Ketika Soeharto Merasa Kapok Jadi Presiden RI setelah 31 Tahun Berkuasa, Terungkap Penyebabnya

Presiden Soeharto membahas soal desakan mundur yang disampaikan para mahasiswa, yang saat itu sudah menguasai gedung MPR/DPR di Senayan.

Editor: AbdiTumanggor
historia.id via TribunMedan dan Istimewa TribunJatim
Soeharto dan Tien (kiri) dan Sukarno dan Dewi (kanan) 

Aksi mahasiswa merupakan rangkaian dari munculnya suara kritis terhadap kekuasaan Soeharto dan Rezim Orde Baru yang terindikasi ingin memperpanjang kekuasaannya melalui Pemilu 1997.

Indikasi ini terlihat ketika Orde Baru berusaha memendam pengaruh Megawati Soekarnoputri yang saat itu memimpin PDI.

Bahkan, kekuasaan Megawati digoyang, sehingga partai berlambang banteng itu terbelah.

SUASANA saat Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri pada 20 Mei 1998
SUASANA saat Soeharto mengundurkan diri pada 20 Mei 1998 (kompas.com)

Aksi mahasiswa

Aksi mahasiswa menolak Soeharto mulai terlihat, meskipun dilakukan di dalam kampus.

Namun, saat Sidang Umum MPR 1998 mulai berjalan, mahasiswa mulai munculkan wacana reformasi.

Kompas edisi 6 Maret 1998 menulis, rombongan mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung MPR/DPR untuk menyampaikan aspirasi dilakukannya reformasi politik dan ekonomi.

Mereka kemudian diterima Fraksi ABRI.

Sejumlah tuntutan dan suara keprihatinan juga disuarakan dari berbagai kampus di luar Jakarta, seperti UGM di Yogyakarta dan ITB di Bandung.

Namun, aspirasi itu terkesan dianggap angin lalu.

Sebab, Soeharto terpilih ketujuh kalinya sebagai presiden untuk periode 1998-2003 dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.

Para mahasiswa semakin berani berdemonstrasi menolak kepemimpinan Soeharto.

Aksi mahasiswa mulai dilakukan di luar kampus, hingga akhirnya berujung tragedi.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, aksi mahasiswa pertama yang menimbulkan korban jiwa adalah Aksi Gejayan di Yogyakarta pada 8 Mei 1998.

Aksi damai itu berujung bentrokan setelah dibubarkan aparat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved