ILMUWAN Universitas Peking China Meyakini Obat yang Ditemukan Bisa Menghentikan Penyebaran Covid-19
China sudah memiliki 5 calon vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba ke manusia, kata seorang pejabat kesehatan pekan lalu.
Xie mengklaim para penelitinya telah memulai observasi sejak awal ketika wabah virus corona masih di China dan belum menyebar ke negara lain.
Obat Ebola Remdesivir juga telah dipertimbangkan sebagai obat untuk Covid-19.
Uji klinis di Amerika Serikat (AS) menunjukkan obat itu memperpendek waktu pemulihan pada sepertiga pasien, tetapi tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kematian.
Studi menunjukkan bahwa jika antibodi penetralisir disuntikkan sebelum tikus terinfeksi virus, tikus tersebut tetap bebas dari infeksi dan tidak ada virus yang terdeteksi.
Ini dapat menawarkan perlindungan sementara bagi pekerja medis selama beberapa minggu, dan Xie berharap dapat "memperpanjangnya hingga beberapa bulan."
Lebih dari 100 vaksin Covid-19 sedang dikerjakan di seluruh dunia, tetapi karena proses pengerjaan vaksin lebih panjang, Xie berharap obat baru ini bisa menjadi cara yang lebih cepat dan efisien untuk menghentikan pandemi virus corona.
"Kami akan dapat menghentikan pandemi dengan obat yang efektif, bahkan tanpa vaksin," imbuh Xie.(*)
• Obat Virus Corona Buatan Indonesia Akan Beredar Hasilnya pada Agustus Mendatang
• Penelitian Terbaru Mengenai Covid-19, Bagaimana Corona Berevolusi dan Menyebar Begitu Cepat?
• INILAH Fakta-fakta Terbaru yang Dibacakan JPU dalam Persidangan Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin
• Sudah 5 Juta Orang Terjangkit Corona di Dunia, Berikut 6 Rekomendasi Beradaptasi dengan COVID-19
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lab China Racik Obat Covid-19, Klaim Lebih Cepat dan Efisien dari Vaksin"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vaksin_covid_19.jpg)