ILMUWAN Universitas Peking China Meyakini Obat yang Ditemukan Bisa Menghentikan Penyebaran Covid-19

China sudah memiliki 5 calon vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba ke manusia, kata seorang pejabat kesehatan pekan lalu.

Editor: AbdiTumanggor
AFP/NICOLAS ASFOURI
Para insinyur mengerjakan vaksin eksperimental untuk virus corona Covid-19 di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing, Rabu (29/4/2020). Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di Cina, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitian dengan menggunakan monyet. 

"Kami akan dapat menghentikan pandemi dengan obat yang efektif, bahkan tanpa vaksin," imbuh Xie

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah laboratorium di China sedang mengembangkan obat yang diyakini cukup kuat untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Obat ini sedang diuji oleh para ilmuwan di Universitas Peking, China.

Para peneliti menerangkan, obat ini tidak hanya dapat mempersingkat waktu pemulihan pasien, tapi juga bisa menumbuhkan kekebalan jangka pendek.

Sunney Xie direktur pusat Inovasi Genomik Tingkat Lanjut di Beijing mengatakan kepada AFP, bahwa obat ini telah berhasil diuji pada hewan.

Obat ini menggunakan antibodi penawar, yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah virus menginfeksi sel-sel tubuh.

Tim Xie mengisolasi antibodi tersebut dari 60 pasien yang sembuh dari Covid-19.

Ilmuwan China Klaim Temukan Obat Virus Corona tanpa Vaksin, Sudah Berhasil Diuji CobaSeorang petugas melakukan penelitian vaksin virus Corona di AS. | AFP / File / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

Sebuah studi pada penelitian tim yang diterbitkan pada Minggu (17/5/2020) di jurnal ilmiah Cell menunjukkan, penggunaan antibodi memberikan potensi "penyembuhan" untuk penyakit dan mempersingkat waktu pemulihan.

Xie mengatakan obat itu harus siap digunakan akhir tahun ini, dan pada waktunya saat terjadi potensi wabah di musim dingin.

"Perencanaan untuk uji klinis sedang dilakukan," kata Xie sembari menambahkan uji klinis akan dilakukan di Australia dan negara-negara lain dikarenakan kasus-kasus virus corona telah berkurang di China.

"Harapannya antibodi yang dinetralkan ini bisa menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi," ungkapnya.

China sudah memiliki 5 calon vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba ke manusia, kata seorang pejabat kesehatan pekan lalu.

Namun Badan Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12-18 bulan.

Pencegahan dan penyembuhan

Menggunakan antibodi dalam perawatan obat bukan hal baru, dan telah berhasil dilakukan untuk mengobati beberapa virus lain seperti HIV, Ebola, dan MERS.

Xie mengklaim para penelitinya telah memulai observasi sejak awal ketika wabah virus corona masih di China dan belum menyebar ke negara lain.

Obat Ebola Remdesivir juga telah dipertimbangkan sebagai obat untuk Covid-19.

Uji klinis di Amerika Serikat (AS) menunjukkan obat itu memperpendek waktu pemulihan pada sepertiga pasien, tetapi tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kematian.

Studi menunjukkan bahwa jika antibodi penetralisir disuntikkan sebelum tikus terinfeksi virus, tikus tersebut tetap bebas dari infeksi dan tidak ada virus yang terdeteksi.

Ini dapat menawarkan perlindungan sementara bagi pekerja medis selama beberapa minggu, dan Xie berharap dapat "memperpanjangnya hingga beberapa bulan."

Lebih dari 100 vaksin Covid-19 sedang dikerjakan di seluruh dunia, tetapi karena proses pengerjaan vaksin lebih panjang, Xie berharap obat baru ini bisa menjadi cara yang lebih cepat dan efisien untuk menghentikan pandemi virus corona.

"Kami akan dapat menghentikan pandemi dengan obat yang efektif, bahkan tanpa vaksin," imbuh Xie.(*)

Obat Virus Corona Buatan Indonesia Akan Beredar Hasilnya pada Agustus Mendatang

Penelitian Terbaru Mengenai Covid-19, Bagaimana Corona Berevolusi dan Menyebar Begitu Cepat?

INILAH Fakta-fakta Terbaru yang Dibacakan JPU dalam Persidangan Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Sudah 5 Juta Orang Terjangkit Corona di Dunia, Berikut 6 Rekomendasi Beradaptasi dengan COVID-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lab China Racik Obat Covid-19, Klaim Lebih Cepat dan Efisien dari Vaksin"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved