Update Kapal Tanker Terbakar di Belawan

Tragedi Kapal Tanker Meledak dan Terbakar Renggut 7 Korban Jiwa, Polisi: 6 Keluarga Sudah Melaporkan

Tragedi kebakaran kapal tanker MT Jag Leela Mumbai di Belawan pada Senin (11/5/2020) kemarin, merenggut tujuh korban jiwa

Editor: Juang Naibaho
TRI BUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tragedi kebakaran kapal tanker MT Jag Leela Mumbai di Belawan pada Senin (11/5/2020) kemarin, merenggut tujuh korban jiwa dan mengakibatkan puluhan orang terluka.

Dari enam jenazah yang berhasil dievakuasi, satu di antaranya telah berhasil diidentifikasi oleh petugas.

Hingga kini enam jenazah masih dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, hingga siang ini sudah tujuh orang korban yang meninggal dunia.

"Kita mendapat laporan terbaru siang ini, korban meninggal bertambah 1 orang. Kini jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara ada tujuh," ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Lebih lanjut dijelaskan MP Nainggolan, hingga siang, sebanyak 6 keluarga mendatangi pihak kepolisian untuk membuat laporan.

"Masih ada satu keluarga jenazah lagi yang belum melapor," ungkapnya.

Untuk hasil pengembangan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan data-data dari pihak keluarga untuk mengidentifikasi korban meninggal.

Informasi lain yang berhasil dihimpun, enam jenazah yang berhasil dievakuasi dikabarkan dalam keadaan gosong.

"Kita (polisi) masih mengumpulkan data-data untuk mengidentifikasi jasad korban," jelas AKBP MP Nainggolan.

Warga menyaksikan kapal MT JAG LEELA yang terbakar di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Senin (11/5/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga menyaksikan kapal MT JAG LEELA yang terbakar di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Senin (11/5/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

Posko Post Morthem

Rumah Sakit Bhayangkara Medan sudah membuka posko Post Morthem untuk mengidentifikasi korban Kapal Tanker MT Jag Leela.

Wakarumkit RS Bhayangkara Medan, AKBP Zulhairi menyebutkan hal tersebut merupakan prosedur tim Disaster Victim investigation (DVI) Polda Sumut untuk mengenali para korban.

"Seperti biasa untuk prosedur DVI kami mempersiapkan Post Morthem," tuturnya kepada Tri bun.

Ia juga menjelaskan untuk para keluarga korban yang ingin mengidentifikasi keluarganya dapat mendatangi posko Post Morthem dengan membawa identitas korban.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved