Keluarga Amin Rais Pecah Kongsi, Mumtaz Rais Sebut Kakaknya Hanafi Rais Terlalu Baper

Penilaian tersebut bahkan disampaikan langsung oleh adik kandungnya, Mumtaz Rais, yang juga pimpinan di partai tersebut.

KOMPAS.com/MARKUS YUWON0
Sandiaga Uno diapit Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, dan Ahmad Mumtaz Rais saat makan siang di Kecamatan Patuk, Gunungkidul Jumat (5/4/2019) 

Keluarga Amin Rais Pecah, Mumtaz Rais Sebut Kakaknya Hanafi Rais Terlalu Baper

TRIBUN-MEDAN.com - Hanafi Rais dinilai tidak dewasa dalam mengambil sikap untuk mundur dari jabatan petinggi Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN).

Penilaian tersebut bahkan disampaikan langsung oleh adik kandungnya, Mumtaz Rais, yang juga pimpinan di partai tersebut.

"Sebagai rekan separtai, sungguh kami sangat menyayangkan keputusan tersebut karena kedewasaan dalam berpolitik tidak ditunjukkan oleh Saudaraku Hanafi Rais," tulis Mumtaz dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

Keputusan Hanafi untuk mundur dari partai berlambang matahari itu diketahui pertama kali dari sebuah salinan surat yang beredar di grup Whatsapp awak media, Selasa (5/5/2020) lalu.

Surat itu ditandatangani oleh Hanafi sendiri di atas materai Rp 6.000.

Melalui surat tersebut, Hanafi menyebut bila partai yang didirikan oleh orang tuanya, Amien Rais, itu telah melewati momentum untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap.

Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari pelaksanaan Kongres V PAN yang diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Februari lalu.

Bahkan, ia menyebut, pelaksanaan kongres tersebut telah mencoreng nama besar partai karena sarat dengan kekerasan.

"Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekali pun didahului dengan kritik-kritik, bukan sikap yang adi di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan," tulis Hanafi.

Seperti diketahui, saat kongres dilangsungkan, terjadi perbedaan sikap di internal keluarga Rais.

Hanafi dan ayahnya, mendukung Mulfachri Harahap yang kala itu head to head dengan petahana, Zulkifli Hasan.

Hanafi sendiri saat itu dijanjikan akan menduduki posisi Sekretaris Jenderal DPP PAN, bila Mulfachri memenangkan kontestasi internal partai.

Namun, hasil pemilihan justru menetapkan Zulkifli untuk kembali memimpin partai selama lima tahun ke depan.

Meski gagal menjadi sekjen, namun di kepengurusan yang disusun oleh Zulkifli, Hanafi diberi jabatan sebagai Wakil Ketua Umum. Sedangkan Mumtaz, mendapat posisi sebagai Ketua DPP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved