Amankan Produksi Pangan, Dinas TPH Sumut Antisipasi Kemarau

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara berupaya mengantisipasi musim kemarau dalam mengamankan produksi tanaman pangan

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/HO
Kadis Tanamam Pangan dan Hortikultura Provsu, Dahler (kiri) memegang hasil panen bawang merah 

Ia mengklaim telah meningkatkan kewaspadaan melalui pengamatan OPT serta menyiapkan dan mendekatkan sarana pengendali OPT, baik hayati maupun kimia, ke wilayah endemis.

Selama ini, hama padi seperti tikus, Wereng Batang Coklat, Penggerek Batang, Kresek, dan Blast, masih menjadi momok bagi petani, terutama di Kabupaten Deliserdang, Langkat, Toba Samosir, Batubara, Tanah Karo, Samosir, Sergai, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas.

Begitu juga para petani jagung di sejumlah kabupaten itu yang masih dihantui serangan ulat grayak frugiperda, ulat grayak litura, tikus dan penggerek batang.

Sementara untuk petani kedelai, Marino menyatakan, masih berkutat pada hama ulat grayak litura, penggerek polong, penggulung daun dan tikus.

Kendati demikian, pihaknya rutin melakukan pengendalian OPT secara pre-emtif, antara lain melalui pengolahan tanah secara sempurna, menggunakan pupuk organik sesuai rekomendasi, optimalisasi penggunaan agens pengendali hayati, memanfaatkan musuh alami melalui penanaman refugia (tanaman hias berbunga, red) sebagai tempat singgah musuh alami, serta penggunaan pestisida nabati (biopestisida).

"Perlakuan benih atau seed treatment dan pengamatan dini secara rutin juga tetap kita lakukan," ungkapnya.

Marino mengatakan dengan mengoptimalkan kegiatan Penerapan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (PPDPI), Penerapan PHT dan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat/Penanganan Dampak Perubahan Iklim, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mengamankan produksi tanaman pangan pada musim kemarau.

"Kita juga mengintensifkan monitoring, evaluasi dan pelaporan secara rutin dan online terhadap perkembangan luas serangan OPT dan DPI yang terkena kekeringan, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kekeringan melalui Asuransi Usaha Tani Padi," ujarnya.

(nat/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved