Human Interest Story

Kisah Dokter Relawan Covid-19 Sumut, Bikin Ibu Menangis, Mertua sampai Sakit, Dicibir Tetangga Pula

DOKTER M Zuchri Darmawan menjadi satu di antara sekian tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan melawan virus Corona.

Editor: Juang Naibaho
HO
Dokter Zuchri Darmawan yang akrab disapa Dimas. Seorang dokter relawan Covid-19 di Rumah Sakit GL Tobing Tanjung Morawa Deliserdang 

Kali ini dari kalangan tertangga. Ia merasa tidak nyaman dengan cibiran miring orang-orang yang mengatakan para tenaga kesehatan yang bertugas menjadi relawan terlalu mendapatkan fasilitas yang lengkap.

"Dukanya lagi, ada sepelintiran di luar sana yang bilang fasilitas relawan terlalu mewah, sempat sedih juga dengar berita tersebut.

Memang sih relawan tidur di hotel, fasilitas lengkap, mau makan tinggal makan, minuman bernutrisi baik selalu ada, mau olah raga tempat disediakan, dan sebagainya,” ujarnya.

Bagi Dimas, semua kenyamanan menjadi tidak berarti jika harus jauh dari keluarga. “Kami itu jauh dari keluarga. Untuk apa (nyaman fasilitas tapi jauh dari keluarga)?

Meski begitu, ia tak mau merespons berlebihan komnetar miring tersebut. Bagi Dimas, keputusannya untuk menjadi dokter relawan Covid-19 adalah demi tugas kemanusiaan.

“Tapi bagi saya, ini demi ikhtiar memutus rantai covid-19," katanya.

Ia pun menantang bagi mereka yang berkomentar miring untuk bertukar posisi dan merasakan yang dirasakan para relawan selama bertugas.

"Bagaimana jika bertukar saja? Buat yang masih sering keluar nongkrong dengan teman-teman di kafe atau tempat nongkrong lainnya, kalian berada di sini, saya di rumah dengan keluarga. Kami belum tahu sampai kapan kami pisah dari keluarga, kalau pandemi corona selalu meningkat," ungkap Dimas.

"Kami tidak butuh dipuji cukup didoakan agar sehat-sehat saja. Jangan menilai relawan karena ada anggaran dari pemerintah jadi menganggap relawan itu rela untuk dibayar, karena bayaran enggak sebanding dengan pengorbanan, dan risiko yang didapat," tambah lelaki yang hobi bersepeda ini.

Ia mengatakan ingin menjadi relawan karena berniat memberikan sedikit tenaga yang dimiliki untuk warga Sumut.

"Kalau ditanya alasan menjadi relawan saya mau memberikan tenaga saya yang cuma sedikit ini buat Sumatera Utara. Harapannya warga Sumut memahami dan bisa ikut sama-sama berusaha meredam virus ini," pungkasnya.

(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved