Mantan Rektor Unimed Prof Syawal Gultom Wafat, Dikenang sebagai Guru Besar Teladan

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kampus, kolega, alumni, serta para mahasiswa yang pernah dibimbingnya.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
HO
Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd semasa hidup dikenal sebagai tokoh pendidikan nasional, mantan Rektor Universitas Negeri Medan, dan sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar duka datang dari dunia pendidikan Sumatera Utara. Mantan Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dikabarkan wafat pada Senin (27/4/2026) dini hari.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kampus, kolega, alumni, serta para mahasiswa yang pernah dibimbingnya.

Salah seorang muridnya, Wahyu Triono KS, mengenang Prof Syawal Gultom sebagai sosok guru besar, dosen, sekaligus teladan dalam dunia pendidikan.

Ia mengaku mengenal almarhum sejak awal karier akademiknya di Unimed, tidak lama setelah Prof Syawal menyelesaikan studi Magister Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta.

“Sejak saat itu, beliau dikenal sebagai sosok dosen yang berdedikasi tinggi, edukatif, dan memiliki komitmen kuat dalam membimbing mahasiswa,” ujar Wahyu dalam obituari yang diterima, Senin.

Menurutnya, setiap pertemuan dengan Prof Syawal selalu menghadirkan suasana belajar yang hidup dan bermakna.

Gaya mengajar almarhum disebut sistematis dan penuh perhatian, sehingga materi yang kompleks menjadi mudah dipahami mahasiswa.

Salah satu ciri khas yang paling diingat para murid adalah langkah kaki Prof Syawal yang cepat, mencerminkan semangat, ketegasan, dan ketepatan dalam setiap pengabdiannya.

“Bagi saya pribadi, beliau bukan hanya seorang dosen, tetapi juga figur inspiratif yang memberikan arah dan motivasi dalam menapaki dunia akademik,” katanya.

Semasa hidupnya, Prof Syawal Gultom pernah menjabat Rektor Unimed selama dua periode.

Ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kementerian Pendidikan.

Saat ini, almarhum masih menjabat sebagai Ketua Senat Guru Besar Unimed.

Wahyu menuturkan, meski dirinya kini menetap dan bekerja di Jakarta, komunikasi dengan Prof Syawal tetap terjalin, termasuk saat memandu almarhum sebagai narasumber dalam berbagai tema pendidikan.

Pertemuan terakhir yang paling berkesan baginya terjadi saat menghadiri pelantikan Ikatan Alumni Unimed di Medan.

Dalam kesempatan itu, Wahyu menikmati orasi ilmiah Prof Syawal, sekaligus mendengar almarhum menyanyikan senandung lagu Batak yang mengundang kehangatan suasana.

“Saya bersaksi beliau orang baik yang saya kenal dengan baik. Selamat jalan Prof Dr Syawal Gultom. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang,” tuturnya.

Ia juga mendoakan agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
(cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Tags
Unimed
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved