Perampok Jalanan Berkeliaran di Medan

Anak Korban Jambret Berharap Polisi Cepat Tangkap Pelakunya

"Ini kali kedua. Namun yang pertama ia tidak sampai luka-luka, Karen cuma barang-barang nya saja yang dicuri"

Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Maruba Manurung (20) warga Jalan Bakti, Gang Rahayu II, anak korban jambret, saat ditemui di kediamannya Jumat (1/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -Maruba Manurung (20) warga Jalan Bakti, Gang Rahayu II, berharap petugas kepolisian mampu mengungkap kasus yang dialami ibundanya.

Pasalnya Erdina Boru Sihombing (54) yang merupakan seorang pedagang menjadi korban jambret dengan kekerasan pada Jumat (1/5/2020).

Pascakejadian, polisi melaksanakan olah tempat kejadian yang diduga sebagai lokasi korban dijambret.

Erdina hingga kini masih mendapat perawatan intensif dari pihak medis di RS Murni Teguh.

Pasalnya ia yang saat itu berusaha mempertahankan tasnya saat menumpangi becak bermotor, ditebas oleh pelaku yang diduga menggunakan benda tajam.

BERLAKU MULAI HARI INI di Medan Sistem Karantina Kesehatan Covid-19, Police Line Rumah Dikarantina

Maruba Manurung (20) yang ditemui di kediamannya mengatakan, biasanya ibunya pergi diantar oleh anak-anaknya.

Korban Perampok Jalanan Dirawat di RS Murni Teguh
Korban Perampok Jalanan Dirawat di RS Murni Teguh (HO/tri bun medan)

"Biasa mamak pergi sama kami. Entah kenapa hari ini mamak sendiri. Namun semalam diantar abang," ujarnya, Jumat (1/5/2020) siang.

Lanjut pria berkulit putih ini, biasa ibunya memang membawa sejumlah uang karena belanja untuk dijual kembali.

"Mamak memang beli belanja banyak karena mau dijuall kembali. Mamak tiap hari belanja," sebutnya.

Namun, karena masa Covid-19 ini, lanjutnya, dirinya sendiri tidak diizinkan masuk ke rumah sakit untuk menjenguk ibundanya.

"Kalau kondisi saat ini, saya tidak tahu, karena tidak diberikan izin. Kalau mamak terkadang ke pajak memang mau dia pergi sendiri," ungkapnya.

Namun dirinya belum dapat memastikan pada pukul berapa ibunya tersebut menjadi korban.

"Kalau kejadian mamak sendiri belum bisa mengatakan. Namun kemungkinan pukul 4.00 WIB, karena masuk rumah sakit sekitar 4.30 WIB. Kalau untuk becak sendiri, mamak memang, tidak pernah berlangganan karena selalu menyetop di jalanan. Ya semoga polisi dapat mengungkap kasus ini," sambungnya.

Terkait aksi kejahatan yang dialami Erdina sendiri, sang anak mengakui bahwa ini merupakan kali kedua yang dialami ibundanya itu.

BREAKING NEWS: Sadis, Aksi Begal di Jalan AR Hakim, Jari Tangan Seorang Ibu Putus Ditebas

"Ini kali kedua. Namun yang pertama ia tidak sampai luka-luka, Karen cuma barang-barang nya saja yang dicuri. Kalau kejadian pertama saya tidak ingat pada tahun berapa. Yang pasti sudah lama," pungkasnya.

(mft/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved