Jelang Buka Puasa di Kota Medan Masih Ramai, Terbuka Peluang Berlakukan PSBB
Masyarakat di Sumut khususnya Kota Medan seperti tidak ada takutnya terhadap bahaya dari virus Corona ini.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Masih maraknya keramaian di beberapa titik menjelang buka puasa di Kota Medan, akan berdampak pada tingkat penularan Covid-19 di masyarakat.
Beberapa titik di berbagai kecamatan di Kota Medan masih saja ramai, misalnya di daerah Amaliun Kota Matsum, Medan Johor, dan beberapa titik lainnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) COVID-19 Pemprov Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, apabila hal ini terus dilakukan masyarakat, maka akan menjadi sangat berbahaya karena pasien positif Covid-19 akan melonjak.
"Nah ini yang kita pandang, masyarakat kita luar biasa, sepertinya tidak ada apa-apa terkait pendemi Covid-19 ini. Padahal efek yang ditimbulkan bisa luar biasa. Kita bayangkan saja kalau dari tempat yang berkumpul ramai itu satu orang saja suspect Corona, maka kemudian akan banyak jadinya lonjakan pasien Covid-19," katanya kepada Tri bun, Selasa (28/4/2020).
• Pemkab Deliserdang Tegaskan Dana Hibah untuk Rumah Ibadah Tetap Lanjut, Nih Rincian Besarannya
Baginya, masyarakat di Sumut khususnya Kota Medan seperti tidak ada takutnya terhadap bahaya dari virus Corona ini.
"Sebenarnya masyarakat kita seperti tidak perduli, karena kita sudah bolak-balik melakukan edukasi baik dari Gugus Tugas Kotadan Kabupaten serta provinsi, agar menghindari keramaian-keramaian, physical distancing dan pakai masker," katanya.
Ia menyebutkan, GTPP Sumut sudah memerintahkan untuk setiap kabupaten dan kota melakukan pembubaran terhadap masyarakat yang masih berkerumun.
"Langkah konkret kita sudah meminta kabupaten dan kota untuk lebih pro aktif. Memang saya lihat sudah ada daerah yang aktif membubarkan kerumunan-kerumunan. Membubarkan dan mengedukasi, mulai dari Presiden dan kepala daerah sudah menyampaikan untuk tidak berkumpul dulu. Di beberapa daerah sudah melakukan kami lihat, tapi memang di Medan ini memang harus dilakukan pembubaran yang lebih aktif," tegas Aris.
Aris menyebutkan tingkat kesadaran yang rendah ini bukan tak menutup kemungkinan Kota Medan akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Kota Medan sendiri memang sudah bikin program cluster isolation. Mudah-mudahan ke depan bukan hanya itu. Ada tahapan yang lebih. Kalau masyarakat Kota Medan terus begini, bukan tidak mungkin Kota Medan memberlakukan PSBB di wilayah Medan," pungkasnya.(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-dr-aris-yudhariansyah.jpg)