Viral Pernyataan Jokowi Soal Mudik dan Pulang Kampung, Pakar Bahasa Unimed Beri Penjelasan

Kedua unit itu berbeda, maknanya arti atau makna masing-masing unit unik dan tidak bisa dipertukarkan.

Kompas.com/Unimed.Ac.Id
Jokowi dan Guru Besar Unimed Prof. Amrin Saragih, MA., Ph.D 

Bersinonim bukan berarti identik. Kata “mudik” dan “pulang kampung” berbeda secara bentuk dan secara Sintagmatik. Misalnya dari ” “mudik” bisa dibentuk, “pemudik. Akan tetapi, dari “pulang kampung” tidak ada frasa ” *pemulang kampung”. Dengan kata lain, secara sintagmatik ” mudik ” dan”.

Di dalam bahasa tidak ada dua kata yg identik arti atau maknanya. Kalaupun dikatakan bersinonim itu artinya ada hal yg sama dan ada hal yg berbeda, bukan identik. Jika dua kata berbeda bentuknya sudah pasti artinya berbeda pula. Misanya, “kawin” tidak sama artinya dgn “nikah” walauoun keduanya bersinonim. Bentuk “mas kawin” ada tetapi tidak ada *”mas nikah”. Demikian juga ada “akad nikah” tetapi tidak ada *”akad kawin”. Kata “uang ” dan duit juga berbeda karena ada ” mentri keuangan, mata uang” tetapi tidak ada *”mentri keduitan, mata duit”. Ada “mata duitan” tetapi tidak ada *” mata uangan”

Simpulannya di satu sisi kedua unit bahasa itu bersinonim artinya ada persamaanya di sisi lain berbeda yg satu kata, yg satu lagi frasa dan juga idiom. Di samping itu, bukti perbedaannya yg satu dapat dibuat menjadi orang yakni “pemudik” sedangkan yg satu lagi tidak dapat dibuat menjadi *”pemulang kampung”. Secara paradigmatik memiliki makna yang sama, tetapi secara sintagmatik berbeda.

(Kompas.com/Tribunnews.com/www.unimed.ac.id)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved