Deretan Kasus Kanibalisme yang Mengerikan di Filipina, 3 Anak Penggal Kepala Ibunya Lalu Dimakan

Deretan aksi kanibalisme yang terjadi diberbagai negara di Asia Tenggara cukup menjadi perhatian masyarakat dunia

Kompas.com/M Iqbal Fahmi
Sumanto mengikuti lomba gigit koin dalam rangka menyambut HUT Ke-73 RI di lapangan Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (12/8/2018). Nama Sumanto dikenal luas lantaran kasus kanibalisme yang dilakukannya saat mencuri dan menyantap mayat Mbah Rinah pada tahun 2003 silam. 

Kesaksian tetangga mereka lain lagi, yaitu ketiga saudara tersebut diyakini sedang mabuk berat saat mereka melakukan tindakan keji tersebut.

Kesaksian yang lain menyebutkan legenda tua jika ketiga bersaudara tersebut datang dari 'keluarga yang dikutuk'.

2. Raymundo Fonte

Untuk kasus selanjutnya perlu mundur ke abad 20 yaitu di tahun 1901.

SOSOK Pria Beruntung yang Mendapatkan Cinta Zaskia Gotik, Mereka Nikah saat Wabah Corona Mengganas

Pelaku bernama Raymundo Fonte, seorang pengumpul tuba dari Capiz yang membunuh rekan kerjanya Benliro Liberato.

Ia membunuh Benliro dengan dayung setelah temukan korban tidur di perahunya pada 19/12/1900.

Tubuh Benliro kemudian ditemukan mengambang di sungai, dengan usus, mata, telinga dan hidung hilang.

Saat ditangkap dan hendak disidang oleh pengadilan militer Amerika, Raymundo mengaku ia membunuh Benliro dan menyatakan juga jika ia telah memakan bagian tubuh yang hilang dari Benliro.

Ia akhirnya dihukum gantung pada 13/12/1901.

3. Eladio Baule

Kasus yang ini cukup naas karena terjadi saat resepsi pernikahan.

Siapa sangka salah seorang tamu justru menjadi bagian dari menu dalam pernikahan tersebut.

Terjadi di kota Narra, Palawan pada 17/7/2004 silam.

Dimulai ketika ayah pengantin wanita Eladio Baule marah kepada sepupunya Benjie Ganay yang tidak sengaja menyentuh pantat pengantin saat berdansa.

Kemudian dengan bantuan anaknya Gerald dan keponakannya Sabtuari Pique serta sepupu lainnya Junnie Buyot, Baule menangkap Ganay dan membawanya ke tempat sepi kemudian dibunuh.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved