Viral Medsos
Berbuntut Panjang, Polisi Selidiki Warga Minta Jatah Sembako di Jakarta, Berujung Dihajar Istri RT
Polres Metro Jakarta Utara saat ini tengah menyelidikan perkelahian antar warga perihal pembagian sembako pemerintah terdampak Covid-19.
TRI BUN-MEDAN.com - Berbuntut panjang. Video viral warga minta jatah sembako berakhir babak belur dipukul oleh istri Ketua RT di Koja, Jakarta Utara.
Polres Metro Jakarta Utara saat ini tengah menyelidikan perkelahian antar warga perihal pembagian sembako pemerintah terdampak Covid-19.
Dikutip dari Kompas.com, kasus itu diusut setelah salah satu pihak yang bertikai membuat laporan polisi.
Seorang warga, Nur Ayni membuat laporan ke Polres Jakarta Utara dengan Nomor: LPB/297/K/IV/2020/PMJ/RESJU.
"Sudah laporan lagi dalam penyidikan. Dalam waktu dekat keluarga RT akan kita panggil untuk proses penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020).
• Ini Kata Camat Video Warga Minta Jatah Sembako di Jakarta, Dianiaya Istri Ketua RT hingga Saksi Mata
Wirdhanto mengatakan, pemanggilan tersebut untuk menyelaraskan kronologi peristiwa.
"Kita masih kita dalami untuk kronologi. Kita akan memastikan betul nanti," ucapnya.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait pemukulan dan pengeroyokan dari pihak kerabat RT terhadap warga di Jalan Rawabinangun III, RT 006 RW 008 Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara.
Berdasarkan tangkapan layar akun Facebook Rafaell Rafa yang beredar, disebutkan bahwa pemukulan itu terjadi saat saudarinya bertanya kepada RT terkait bantuan sosial.
"Ditanya baik-baik soal sembako kok jadi RT-nya ngotot dan bicara kasar kepada warganya, dan ngusir warganya juga," tulis akun tersebut.
Dalam unggahan itu juga dilampirkan foto-foto saudarinya yang mengalami luka-luka seperti bekas cakaran.
Terkait informasi tersebut, saksi mata di lokasi kejadian menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.
Seorang warga, Rusli (65), mengatakan, insiden itu terjadi pada Kamis (23/4/2020) sore.
Tanya sembako pemerintah
Kala itu, dua orang yang masih memiliki hubungan saudara dengan Rusli, yaitu Nurhayati dan Nur Ayni, menanyakan bantuan sosial dari pemerintah kepada ketua RT setempat, Imas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nur-seorang-warga-di-jakarta-utara-menderita-luka-lebam.jpg)