TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN- Viral kabar di media sosial Tenang Malem Tarigan meninggal dunia.
Almarhum Tenang Malem Tarigan dikenal sebagai Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) sekaligus pendiri Yayasan Politeknik MBP Medan.
Kabar meninggalnya Tenang Malem Tarigan diakui Kadis Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan saat dikonfirmasi tri bun-medan.com, Jumat (24/4/2020).
Alwi Mujahit juga membenarkan, almarhum meninggal karena menderita sakit Covid-19 (virus corona).
Tenang Malem Tarigan meninggal di RS Martha Friska, Kamis (24/4/2020) tadi malam.
Politeknik MBP Medan (HO/tri bun medan)Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) sekaligus pendiri Yayasan Politeknik MBP Medan, Tenang Malem Tarigan (HO/tri bun medan)
Alwi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi Sumut ini mengatakan, almarhum meninggal berstatus positif Covid-19 test PCR dirawat di RS Martha Friska Medan.
Ia menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah dimakamkan sesuai SOP penguburan pasien Covid19. "Seharusnya sesuai SOP sudah dimakamkam," tuturnya.
Lebih lanjut Alwi membenarkan bahwa selain Tenang Malem, istri dan anaknya juga berstatus positif virus corona dan memiliki riwayat bepergian ke Malaysia.
Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) sekaligus pendiri Yayasan Politeknik MBP Medan, Tenang Malem Tarigan (HO/tri bun medan)
"Istrinya juga positif dan anaknya juga positif. Mereka dirawat di RS Martha Friska juga. Enggak tahu persisnya kapan mulai dirawat, tapi mereka satu keluarga pulang dari Malaysia," ungkapnya.
Alwi Mujahit Hasibuan (TRI BUN MEDAN / ist)
Namun, Alwi memastikan kondisi istri dan anaknya masih dalam kondisi baik, bahkan sang anak positif tanpa gejala.
"Masih dirawat, tapi anaknya positif tapi tanpa gejala. Ketiganya berasal dari Medan," pungkasnya.
Sehari Bertambah 6, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Kota Medan Melonjak
Jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (covid-19) untuk wilayah Kota Medan, kembali bertambah.
Dari data Gugus Tugas Pemko Medan, hingga Kamis (23/4/2020) siang, angka pasien positif covid-19 tercatat berjumlah 69 orang.
Jumlah ini bertambah 6 dari sehari sebelumnya 63 orang.
Dari 69 pasien berstatus positif covid-19 tersebut, jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada sebanyak 15 orang.
Angka ini meningkat dari sebelumnya 13 orang.
Sedangkan, jumlah pasien positif covid-19 yang meninggal bertambah satu menjadi 8 orang. Dan, pasien positif yang tengah dirawat intensif sebanyak 46 orang.
Lebih lanjut, untuk data jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga tercatat mengalami peningkatan.
Hingga saat ini tercatat jumlah PDP sebanyak 271 orang dengan rincian 21 PDP yang meninggal, 92 orang tengah dirawat dan 158 orang sudah dipulangkan.
Sementara itu, jumlah ODP (orang dalam pemantauan) tercatat 997 orang dengan rincian 901 selesai dipantau dan 96 orang sedang dalam pemantauan.
Sedangkanrincian status Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tengah dipantau sebanyak193 orang, dan 544 Orang Pelaku Perjalanan (PP).
Meski penambahan kasus terus terjadi, Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan Kota Medan tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (TRIBUN MEDAN/HO)
"Kota Medan tidak akan melaksanakan PSBB tetapi akan menerapkan Cluster Isolation. Sebab, warga yang positif Covid-19 dan PDP sudah terisolasi di rumah sakit.
Sedangkan bagi warga yang masuk ODP, OTG dan PP masih berkeliaran.
Melalui Cluster Isolation ini, merekalah nanti yang akan kita isolasi agar tidak berkeliaran lagi sehingga rentan menularkan virus corona di tengah-tengah masyarakat," kata Akhyar saat menghadiri pembagian sembako bersama Satuan Lingkungan Respon Dampak (Salink Dampak) Covid-19 kepada warga di Masjid Wakaf Jalan Pematang Pasir Lingkungan VII, Klurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Rabu (22/4/2020).
Sebelumnya, Akhyar turut menekankan agar seluruh warga yang melakukan aktifitas di wilayah Kota Medan agar wajib menggunakan masker saat berada di luar rumah.
Sebab, World Health Organization (WHO) juga telah mengeluarkan anjuran kepada seluruh masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini tengah mewabah.
Hal tersebut ditekankan Akhyar ketika mengunjungi Pusat Pasar Medan, Kamis (8/4/2020).
"Seluruh warga yang berada di Kota Medan diwajibkan untuk menggunakan masker. Upaya ini dilakukan untuk mencegah diri agar tidak tertular atau mungkin menularkan virus ke orang lain,” kata Akhyar.
Data Covid-19 Sumut Total Kasus Positif Menjadi 113, PDP Dirawat 152 Orang
Jumlah Pasien positif Corona virus disease (covid-19) untuk wilayah Provinsi Sumatra Utara, yang diumumkan hari ini, Kamis (23/4/2020) kembali bertambah.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara Mayor Kes. dr Whiko Irwan, Sp.B memaparkan ada penambahan jumlah pasien positif covid-19 menggunakan pemeriksaan PCR , dari sebelumnya berjumlah 93 orang bertambah 2 menjadi 95 orang.