Berita Medan

Niesya Ridhania Harahap, Perempuan Medan yang Siap Harumkan Indonesia di Miss Petite Global 2026

Bagi Niesya, terpilih sebagai delegasi Indonesia bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan amanah besar untuk membawa nama bangsa.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Niesya Ridhania Harahap, dipercaya mewakili Indonesia di ajang bergengsi Miss Petite Global 2026 yang diikuti 24 negara dari berbagai belahan dunia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Nama Indonesia kembali akan berkibar di panggung kecantikan internasional.

Kali ini, perempuan asal Medan, Niesya Ridhania Harahap, dipercaya mewakili Indonesia di ajang bergengsi Miss Petite Global 2026 yang diikuti 24 negara dari berbagai belahan dunia.

Bagi Niesya, terpilih sebagai delegasi Indonesia bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan amanah besar untuk membawa nama bangsa di hadapan dunia.

“Senang dan excited sekaligus, karena ajang ini cukup bergengsi dan diikuti negara-negara kuat di dunia pageant seperti Spanyol, negara-negara Amerika Latin, Filipina, Jerman, United Kingdom, Afrika, Singapura dan lainnya. Tapi di balik excitement itu, saya juga merasa ada tanggung jawab besar karena saya bukan hanya membawa nama pribadi, tapi juga membawa Indonesia,” ujarnya.

Perjalanan menuju panggung dunia bukan hal baru bagi perempuan kelahiran Medan, 19 Januari 1996 ini.

Tahun sebelumnya, Niesya telah lebih dulu mewakili Indonesia di Miss Cultural International 2025 dan berhasil meraih gelar 5th Runner Up serta Best Advocacy.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar banyak mengenai disiplin, komunikasi global, hingga bagaimana membawa identitas Indonesia secara elegan di panggung internasional. 

Saat kesempatan mengikuti Miss Petite Global datang, Niesya mendaftar langsung ke organisasi penyelenggara dan melalui proses seleksi internasional.

“Di Indonesia belum ada National Director untuk ajang ini, jadi saya mengikuti proses seleksi langsung. Saya sangat bersyukur dipercaya membawa nama Indonesia,” katanya.

Berbeda dengan stereotip kontes kecantikan yang hanya menonjolkan penampilan fisik, Niesya justru memandang pageant sebagai medium komunikasi yang kuat untuk menyuarakan isu sosial, budaya, dan perempuan.

Lulusan S1 Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dan S2 Magister Sains Psikologi Sosial Universitas Indonesia ini mengaku awalnya tak pernah membayangkan akan serius di dunia pageant.

“Saya datang dari dunia seni, akademik, riset, dan advokasi. Tapi makin ke sini saya sadar bahwa pageant itu sebenarnya platform komunikasi yang sangat kuat. Kalau dipakai dengan benar, kita bisa bicara tentang isu sosial, budaya, perempuan, bahkan identitas bangsa,” ucapnya.

Menurut Niesya, kecantikan tanpa substansi akan cepat kehilangan relevansi. Karena itu, ia ingin tampil membawa kerja nyata, bukan sekadar slogan.

Saat ini, Niesya tengah menjalani persiapan intensif menghadapi kompetisi internasional tersebut.

Ia menyiapkan national costume, evening gown, cocktail dress, hingga latihan catwalk profesional.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved