Wanita Muda Dipukuli dan Disiksa Pasangan Suami Istri, Majikan Kejam Beri Nasi Basi tanpa Lauk

Polisi akhirnya menangani kasus penyiksaan yang dialami wanita muda, seorang pembantu rumah tangga.

Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.com/RISKA FARASONALI
Korban penganiayaan Ika Musriati saat berada di Polsek Semarang Barat 

TRI BUN-MEDAN.COM - Polisi akhirnya menangani kasus penyiksaan yang dialami wanita muda, seorang pembantu rumah tangga.

Terduga pelaku pasangan suami istri

//

Ekspresi ketakutan dan trauma masih tersirat dalam benak perempuan mungil bernama Ika Musriati (20) saat ditemui Kompas.com di rumahnya di daerah Mlatiharjo Timur, Citarum Semarang.

Kumpulan Gambar, 40 Ucapan Selamat Berpuasa Ramadan 2020, Silakan Kirim ke FB, Twitter, Instagram

Sidang Putusan Cerai Raya Kitty Digelar, Kuasa Hukum Sebut Hasilnya Belum Final karena Hal Ini

Enam luka sayatan menggunakan cutter karena dipaksa oleh majikannya untuk bunuh diri tampak membekas di pergelangan tangan kirinya.

Nampak luka lebam di wajah dan babak belur di seluruh tubuhnya harus ia rasakan lantaran kerap kali mendapat pukulan, tendangan dan siraman air panas dari majikan.

Belum habis dia merasakan sakit, dirinya mendapatkan paksaan memakan sebanyak 50 cabai dan menenggak air mendidih hingga pita suaranya rusak dan harus menjalani operasi.

Sidang Putusan Cerai Raya Kitty Digelar, Kuasa Hukum Sebut Hasilnya Belum Final karena Hal Ini

Saat kelaparan, ia hanya diberikan makanan yang sudah tak layak seperti nasi basi tanpa lauk pauk.

Ika mengaku telah dianiaya oleh pasangan suami istri di daerah perumahan Semarang Barat.

Ika bercerita, selama dia bekerja sejak bulan Agustus tahun lalu, penganiayaan dari majikannya itu harus ia terima setiap hari tak ada habisnya.

Bahkan, dirinya harus menerima ancaman pembunuhan dari majikannya jika tidak menuruti perintah.

Derita yang dialaminya tak sebanding dengan gaji yang dijanjikan majikan hanya sejumlah Rp 1,6 juta per bulan.

Itupun baru diberikan penuh di satu bulan pertama.

Karena tak tahan dengan peringai majikannya, dia sempat berniat kabur dan minta pertolongan tetangga sekitar, namun tidak ada yang peduli.

"Dua bulan awal bekerja majikan masih berlaku baik. Sudah mulai betah, tapi di bulan ketiga mulai berlaku kasar dan mulai disiksa. Setiap hari saya disiksa oleh majikan saya. Pernah akan kabur dan minta tolong tetangga tapi enggak peduli," jelas Ika saat ditemui Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved