Nasib H, Napi Bebas Asimilasi Tewas karena Ketukan Pintu, Utang Rp 500 Ribu Masa Lalu Belum Lunas
Napi eks asimilasi berinisial H itu harus Tewas setelah dibunuh oleh tetangganya sendiri, YP (35), lantaran utang piutang.
Editor:
Azis Husein Hasibuan
Ambil pisau dan bunuh korban
YP yang merasa tak terima langsung mengambil pisau.
Ia lalu menusukkannya ke tubuh korban berulang kali.
Warga, kata Agus, sempat berupaya menolong korban.
Mereka membawa tubuh korban ke rumah sakit.
Sayangnya, luka tusuk yang dialami korban cukup parah.
Akhirnya, nyawa korban tak bisa tertolong lagi.
Ia dinyatakan meninggal 10 hari setelah bebas dari penjara.
"Motif penganiayaan adalah utang."
"Pelaku mempunyai utang kepada korban Rp 500.000."
"Tapi pelaku marah saat ditagih lalu pelaku menusuknya."
"Korban memang napi yang baru keluar dari program asimilasi," kata Agus.
Pengakuan pelaku
Polisi kemudian menangkap YP.
Ia dibekuk tanpa perlawanan usai penusukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bermula-ambil-mie-instan-dari-warung-wardi-membunuh-pemilik-warung-dan-bacok-anak-korban.jpg)