Virus Corona

FOTO Ini Ramai Dikomentari Warganet, Penampakan Penyimpanan 1.500 Virus di China saat Banjir Gugatan

Foto-foto itu dirilis oleh surat kabar pemerintah China, China Daily, pada tahun 2018, disebar di Twitter bulan lalu, sebelum akhirnya dihapus.

xinhua
China menjadi produsen masker terbesar saat pendemi Virus Corona 

"Cina akan berjuang mati-matian. Jika terbukti lalai, itu akan menjadi malapetaka bagi mereka," kata Mr Leitner.

Sementara itu, pengacara hak asasi manusia Inggris Geoffrey Robertson menyerukan agar PBB mengatur penyelidikan tentang asal-usul Covid-19.

Ini mengikuti klaim bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, badan kesehatan publiknya, gagal dalam tugasnya dengan mengikuti Cina secara mentah-mentah, yang telah menyebabkan Presiden Donald Trump memotong semua pendanaan AS.

Robertson, mantan hakim banding PBB, mengatakan konsekuensi dari tidak menangani virus pada tahap awal telah menjadi bencana dan fakta-fakta sedang terdistorsi oleh propaganda dan penilaian politik.

"Kesejahteraan internasional kami menuntut laporan yang independen dan obyektif tentang bencana ini, bukan untuk mengalokasikan kesalahan tetapi untuk menulis sejarahnya yang sebenarnya dan belajar pelajaran," katanya.

Dia menambahkan bahwa Inggris harus menggunakan pengaruhnya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk mendesak penyelidikan formal, memaksa WHO dan China untuk bekerja sama.

Terbukti sebagai Motor Skutik Tangguh, Honda ADV150 Raih Rookie of The Year

Dia berkata: ‘China akan menderita permusuhan internasional dan mungkin sanksi ekonomi jika negara itu menolak menjelaskan semua yang telah terjadi. Ia memiliki kewajiban untuk mengatakan kebenaran kepada dunia yang telah sangat menderita."

Dr Yang Jianli, seorang pembangkang China terkemuka, meminta negara-negara demokratis untuk mendukung penyelidikan, tetapi meragukan bahwa PBB akan 'memiliki nyali'.

Otoritas China menyangkal anggapan Covid-19 berasal dari laboratorium.

Menurut pihaknya, virus bermula dari pasar basah di Wuhan.

Namun ada kemungkinan virus alami dapat menyebar melalui kelelawar yang diteliti di laboratorium, seperti yang dikatakan intelijen Inggris dalam sebuah laporan.

Masalah lain adalah jika China merugikan negara-negara lain selama berminggu-minggu dan juga nyawa manusia.

Sudah terbukti China sempat berusaha membungkam para profesional medis yang berusaha memperingatkan wabah itu lebih awal.

Niat Hati Ingin Bercinta dengan PSK, Malah Didatangi Pria Berbadan Tegap, Nafsunya Berubah Jadi Azab

Menurut BBC, inilah yang terjadi pada mendiang Dr Li Wenliang yang meninggal karena virus pada usia 34.

AS Kirim Ahli untuk Masuk ke Labolatorium Wuhan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, meminta China agar memberikan akses AS untuk masuk ke laboratorium Wuhan pada Jumat (18/4/2020) lalu.

Hal ini semakin memicu gesekan antara dua negara ini.

"Kami masih meminta Partai Komunis Tiongkok untuk mengizinkan para ahli masuk ke laboratorium virologi," kata Pompeo di Fox News.

"Sehingga kami dapat menentukan dengan tepat di mana virus ini (Covid-19) bermula," lanjutnya.

Pernyataan Pompeo ini disinyalir merujuk anggapan virus corona bukan berasal dari hewan yang selama ini dipahami.

Melainkan bersumber dari laboratorium di Wuhan, China, seperti pernyataan Trump beberapa waktu silam.

Turnamen Esports Venture, Ajang Adu Bakat Olahraga Online Saat Physical Distancing

Mengutip dari SCMP, The Washington Post melaporkan pada Selasa, para pejabat AS yang telah mengunjungi Institut Virologi Wuhan mengirim kabel diplomatik ke Washington pada awal Januari 2018.

Mereka memperingatkan tentang kelemahan keselamatan dan manajemen di laboratorium itu.

Selain itu, mereka menyatakan langsung penelitian pada virus corona di kelelawar bisa menyebabkan risiko pandemi.

Kecerobohan China dalam pengelolaan Institut Virologi Wuhan (WVI) juga terungkap dalam foto-foto yang awalnya sengaja disebarkan media pemerintah China, China Daily.

Belum lama ini beredar foto langka lemari pendingin tempat menyimpan 1.500 jenis virus, termasuk Virus Corona di laboratorium Institut Virologi Wuhan (WVI), Wuhan, China.

Satu foto menunjukkan seal (karet) lemari pendingin tempat menyimpan 1.500 jenis virus rusak.

Foto-foto itu dirilis oleh surat kabar pemerintah China, China Daily, pada tahun 2018, disebar di Twitter bulan lalu, sebelum akhirnya dihapus.

Kepsyennya: Take a look at the largest #virus bank in Asia! Wuhan Institute of Virology di Central China's Hubei Province preserves more than 1.500 different strain of virus. 

Postingan media China China Daily, soal penyimpanan virus di Institut Virologi Wuhan, yang akhirnya dihapus
Postingan media China China Daily, soal penyimpanan virus di Institut Virologi Wuhan, yang akhirnya dihapus (daily mail)

Dari tiga foto yang diunggah, netizen langsung fokus pada foto di mana seal (karet) di pintu lembari pendingin sudah rusak.

''Seal kulkas saya di dapur saya jauh lebih bagus," tulis netizen seperti dikutip dari daily mail, Minggu (19/4/2020).

Lemari pendingin tempat menyimpan 1.500 virus di Institut Virologi Wuhan
Lemari pendingin tempat menyimpan 1.500 virus di Institut Virologi Wuhan (daily mail)
Netizen menyoroti kerusakan seal lemari penyimpang virus di Institut Virologi Wuhan
Netizen menyoroti kerusakan seal lemari penyimpang virus di Institut Virologi Wuhan (daily mail)

Kemunculan foto-foto ini semakin memperkuat kecurigaan Virus Corona Sars-CoV-2 yang memicu pandemi Covid-19 , bocor dari Institut Virologi Wuhan.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Pekanbaru dengan judul : Kini China Dibombardir Gugatan dari Korban Covid-19 di Seluruh Dunia: FOTO Ini Jadi Sorotan Netizen

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved