Virus Corona
Titik Terang Obat Covid-19, Uji Coba Remdesivir dari Gilead Menggembirakan Wall Street Bergairah
Gilead Sciences Inc, perusahaan bioteknologi AS, yang tengah menguji cobakan obat antivirus Remdesivir menunjukkan hasil menggembirakan.
Pakar virologi Jerman Christian Drosten dari rumah sakit Charité di Berlin menyebutkan, setelah rangkaian ujicoba di Italia hasilnya "sangat menjanjikan."
Jepang kini menyimpan dua juta paket Avigan sebagai tindakan berjaga-jaga.
Indonesia dan Jerman juga sudah memesan jutaan paket obatnya dari Jepang.
Sejauh ini, uji klinis obat ini melawan virus corona jenis baru dilaporkan belum tuntas.
Yang juga diduga bisa jadi obat SARS-CoV-2 adalah unsur aktif Remdesivir yang semula dikembangkan untuk melawan Ebola.
Dalam uji laboratorium unsur aktif ini juga terbukti ampuh melawan SARS dan MERS.
Obat yang dikembangkan perusahaan farmasi AS, Gilead Sciences itu sejauh ini belum mengantungi izin resmi untuk pemasaran.
Tapi di China dan di AS kini sedang dilakukan uji klinis Remdesivir.
Unsur aktif anti Malaria
Heboh yang mencuat pekan silam adalah khasiat obat anti malaria Resochin yang disebut ampuh melawan virus corona. Unsur aktifnya Chloroquin sejak lama digunakan sebagai pencegah malaria. Tapi seiring dengan turunnya kasus malaria, obat ini makin jarang diresepkan.
Para ilmuwan Prancis dalam ujicoba unsur aktif Chloroquin pada kultur jaringan di laboratorium di Marseille, melaporkan khasiatnya menghambat perkembangbiakan SARS-CoV-2. Pada pasien yang menunjukkan gejala sakit berat, laju serangan virusnya berhasil diturunkan.
Unsur aktif obat Resochin dari pabrik farmasi Bayer di Jerman, juga disebutkan bisa digunakan sebagai obat anti virus. Saat ini produksi obat anti malaria yang ditemukan tahun 1930-an itu, hanya dilakukan di sebuah pabrik di Pakistan. Kini industri farmasi Jerman menyiapkan kapasitas produksi obatnya di dalam negeri, untuk disumbangkan kepada pemerintah Jerman.
Juga unsur aktif obat anti malaria Hydroxychloroquin disebutkan berkhasiat melawan SARS-CoV-2. Perusahaan farmasi Novartis dan Sanofi sudah menyatakan siap memproduksi massal, jika pengawas obat-obatan memberikan lampu hijau.
Unsur aktif anti HIV dan kanker
Obat HIV juga memberikan harapan besar dalam perang melawan virus corona jenis baru. Kombinasi unsur aktif Lopinavir/Ritonavir telah digunakan dalam ujicoba pengobatam COVID-19 di Cina, Thailand dan Singapura. Obat HIV Kaletra buatan industri farmasi AS AbbVia itu, masih harus terus diujicoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/shutterstock.jpg)