Virus Corona

Titik Terang Obat Covid-19, Uji Coba Remdesivir dari Gilead Menggembirakan Wall Street Bergairah

Gilead Sciences Inc, perusahaan bioteknologi AS, yang tengah menguji cobakan obat antivirus Remdesivir menunjukkan hasil menggembirakan.

Editor: Tariden Turnip
Shutterstock
Titik Terang Obat Covid-19, Uji Coba Remdesivir dari Gilead Menggembirakan Wall Street Bergairah. Ilustrasi vaksin corona 

“ Remdesivir adalah keajaiban,” kata Michalak.

Dampak kesuksesan uji coba tahap awal ini langsung mengerek harga saham Gilead Sciences Inc melejit 11%.

"Dengan kabar potensi perawatan dan rencana pembukaan kembali ekonomi AS, jelas ada optimisme bahwa kondisi normal akan segera terjadi," kata Joshua Mahony, senior market analyst IG dalam catatan yang dikutip Reuters.

Lonjakan saham Gilead Sciences Inc juga mendongkrak Wall Street menguat di awal perdagangan Jumat (17/4). Pada pukul 21.00 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 2,33% ke 24.083.

Indeks S&P 500 naik 1,79% ke 2.850. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,23% ke 8.638.

Peneliti saat ini melakukan riset unsur aktif dari tiga grup obat-obatan yang sudah ada di pasaran, untuk mengujicoba keampuhannya melawan virus corona jenis baru.

Yang pertama, obat-obat anti virus baik dari keluarga corona maupun virus lain.

Kedua, obat anti malaria dan ketiga, obat lainnya, yang digunakan dalam terapi kanker, asthma atau multiple sclerosis (sklerosis ganda).

Unsur aktif dari obat yang sudah ada, hendak digunakan antara lain untuk memerangi virusnya, membantu meningkatkan kekebalan tubuh pasien, serta melindungi paru-paru agar tetap mendapat suplai oksigen yang cukup.

Unsur aktif anti virus

Kandidat paling kuat adalah unsur aktif dari obat-obatan anti virus lainnya, yang terbukti ampuh melawan penyakit yang dipicu virus corona jenis lain, seperti SARS, Ebola, MERS atau juga virus influensa.

Para ilmuwan meyakini, bahwa virus corona jenis baru SARS-CoV-2 adalah varian dari virus corona SARS-CoV-1 yang mewabah tahun 2002 silam.

Yang kini memicu eforia adalah obat flu Avigan buatan Fujifilm Holding dari Jepang yang sudah mengantungi izin resmi sejak 2014.

Unsur aktifnya Favilavir terbukti ampuh melawan wabah Ebola yang dipicu virus corona jenis lain pada 2014 dan 2016 di Afrika.

Pemerintah China melaporkan, penggunaan Avigan di Wuhan yang jadi episentrum pandemi, menunjukkan hasil yang prospektif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved