Virus Corona

Corona Telan 15.887 Jiwa di Italia, Studi Sebut Jumlah Bisa 2 Kali Lipat, Banyak yang Tewas di Rumah

Hal ini dikatakan seorang peneliti melihat kondisi di Italia. Warga-warga kebanyakan mati saat berada di dalam rumah.

ANDREAS SOLARO / AFP
Warga Italia bernyanyi, melambaikan tangan, dan bertepuk tangan di sebelah spanduk bertuliskan "Forza ragazzi #andratuttobene, restiamo a casa" (Ayo, teman-teman #semuaakanbaikbaiksaja, tinggal di rumah saja), saat flash mob "Una canzone per l'Italia" ( Lagu untuk Italia) di distrik Magliana di Roma pada 15 Maret 2020. 

Angka kematian di Italia akibat virus corona atau Covid-19 bisa terjadi dua kali lipat dari jumlah yang tertulis.

Hal ini dikatakan seorang peneliti melihat kondisi di Italia. Warga-warga kebanyakan mati saat berada di dalam rumah.

Sebab, petugas medis tak dapat atau tidak akan melakukan kunjungan rumah, sesuai dengan saran medis untuk beralih ke pengobatan jarak jauh.

TRI BUN-MEDAN.com - Jumlah kematian karena virus corona di Italia diduga bisa 2 kali lipat dari yang tertulis, ahli sebut banyak warga yang tewas di rumah masing-masing.

Penanganan virus corona di Italia sendiri sebenarnya sudah maksimal.

Namun mirisnya, lockdown dan social distancing masih tak bisa menangkal virus corona Covid-19, dan membuat negara itu harus terpuruk.

Dilansir dari Worldometer, total kasus terkonfirmasi positif virus corona berjumlah 128.948 jiwa.

Belum lagi catatan kematian yang berjumlah 15.887 jiwa dengan 21.815 pasien dinyatakan sembuh.

Namun sebuah penilitan tentang catatan kematian di Italia dikutip dari Kompas.com pada (6/4/2020), mengatakan bahwa jumlah korban jiwa bisa saja mencapai dua kali lipat yang tertulis secara resmi.

Studi yang terhitung baru ini menuliskan tentang catatan kematian dengan jumlah kematian di Provinsi Bergamo, Lobardia, Italia.

Empat Artis ini Terpaksa Tutup Sementara Bisnisnya Akibat Wabah Virus Corona

Empat Artis ini Terpaksa Tutup Sementara Bisnisnya Akibat Wabah Virus Corona

Foto truk militer tentara Italia di Bergamo, Lombaridia.
Foto truk militer tentara Italia di Bergamo, Lombaridia saat wabah virus corona melanda pada bulan Maret. (Twitter)

Mereka menuliskan bahwa sebenarnya bisa saja kematian di rumah warga ada lebih dari dua kali lipat jumlah resmi yang didapatkan dari catatan kematian di rumah sakit.

Perjuangan global untuk menyelamatkan jiwa di Italia sekarang berpusat pada peningkatan pasokan ventilator rumah sakit.

Namun beberapa dokter mengatakan kurangnya perawatan kesehatan primer terbukti sama mahalnya.

Sebab, petugas medis tak dapat atau tidak akan melakukan kunjungan rumah, sesuai dengan saran medis untuk beralih ke pengobatan jarak jauh.

"Apa yang menyebabkan situasi ini adalah bahwa banyak dokter keluarga tidak mengunjungi pasien mereka selama berminggu-minggu," kata Riccardo Munda, seorang dokter di Selvino dan Nembro.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved