Inilah Durasi Seseorang yang Terjangkit Virus Corona Dapat Menginfeksi Orang Lain

Kondisi itu mewakili sepenuhnya apa yang diketahui para ahli kesehatan tentang pembawa asimtomatik Covid-19 saat ini.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Penumpang Bandar Deli, Medan, Sumatera Utara, Senin (16/3/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Inilah Durasi Seseorang yang Terjangkit Virus Corona Dapat Menginfeksi Orang Lain

TRIBUN-MEDAN.com - Salah satu aspek dari penyebaran virus corona yang lebih kompleks adalah serangkaian gejala yang relatif beragam, dan berbeda antar orang satu dengan yang lain.

Bagi banyak orang di dunia, virus ini menjadi amat mematikan. Namun, untuk sekelompok individu lain, virus tersebut menginfeksi tapi memunculkan gejala yang terlihat. 

"Ada beberapa orang yang benar-benar terinfeksi, tetapi mereka tidak sakit."

Begitu kata Stephen Gluckman, dokter penyakit menular di Penn Medicine dan Direktur Medis Penn Global Medicine, seperti dilansir laman HuffPost.

Gluckman lalu mengatakan, pembawa asimtomatik --mereka yang membawa virus namun sama sekali tidak mempunyai gejala atau gejalanya sangat ringan-- bukanlah hal aneh dalam kasus Covid-19.

"Ketika kita mendapatkan infeksi, seringkali ada spektrum dari sangat sakit ke sakit sedang sampai tidak sakit sama sekali," kata Gluckman.

Foto-foto Pernikahan Rica Andriani dan Fahrul, Selebgram Awkarin Hadir dan Posting di Instagram

Berkat Corona, Roro Fitria Bebas Hari ini Bersama 30.000 Narapidana Lain

Kondisi itu mewakili sepenuhnya apa yang diketahui para ahli kesehatan tentang pembawa asimtomatik Covid-19 saat ini.

Tentu saja, belum jelas berapa banyak orang yang merupakan pembawa virus tanpa gejala.

Tidak jelas pula seberapa besar kontribusi mereka terhadap penyebaran epidemi ini, meskipun penelitian pendahuluan menunjukkan mereka mungkin memainkan peran penting.

Demikian pula, tidak diketahui berapa lama pembawa dapat menularkan virus kepada orang lain.

"Tidak ada jawaban yang mudah dan sederhana," kata Dr. Faheem Younus, Kepala divisi Penyakit Menular di University of Maryland Upper Chesapeake Health.

Hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah bertindak seolah-olah kita menjadi pembawa virus, dan mengikuti rekomendasi untuk mencegah penularan.

Centers for Disease Control and Prevention meyakini, orang yang telah terinfeksi Covid-19 adalah yang paling menular pada puncak gejala mereka.

Edy Rahmayadi Buat Konsep PSSB, Untuk Lindungi Masyarakat Sumut dari Wabah Virus Corona

Kru Panji Petualang Digigit Ular Kobra saat Monitoring King Kobra, Ini Kondisi Terbarunya

Ini berarti, setiap kali seseorang merasakan kondisi terburuk --termasuk batuk atau demam-- saat itu menjadi masa paling potensial untuk menyebarkan virus.

Namun, seseorang juga dapat menyebarkan virus dalam periode inkubasi sebelum mereka menunjukkan gejala. Umumnya, hal ini terjadi 2-14 hari setelah paparan awal mereka.

Satu studi baru-baru ini menemukan, masa inkubasi rata-rata untuk Covid-19 adalah lima hari dan 98 persen orang menunjukkan gejala setelah paparan dalam 11,5 hari.

Penelitian juga menunjukkan pasien Covid-19 terus melepaskan virus selama berhari-hari setelah gejalanya hilang.

Secara umum, individu yang dicurigai memiliki Covid-19 diminta untuk tetap diisolasi setidaknya tiga hari setelah mereka pulih, dan seminggu setelah gejala mereka pertama kali muncul.

Younus menyebut, anak-anak sering menjadi pembawa Covid-19 asimtomatik, dan dapat menimbulkan risiko tertentu bagi orang terdekat mereka.

"Semakin lama durasi, kontak, rendah kekebalan induk, maka semakin tinggi risiko tertular infeksi," kata Younus.

Gluckman mengaku membayangkan para peneliti akan memiliki pemahaman lebih baik tentang penularan Covid-19 tanpa gejala pada bulan berikutnya.

Ia juga menyebut, lebih banyak penelitian datang dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat.

Tetapi penelitian semacam itu bergantung pada pengujian virus, yang merupakan satu-satunya cara menangkap kasus tersembunyi dari penyakit.

"Kami akan belajar lebih banyak tentang virus corona karena lebih banyak penelitian dilakukan dengan cara yang ditinjau oleh rekan sejawat," kata Younus.

"Tapi itu seperti fenomena 2021," sambung dia.

RESMI WN Asing Dilarang Masuk ke Indonesia selama Wabah Covid-19, Kecuali . .

Hempang Corona Munculkan Kebijakan 30 Ribu Narapidana Dibebaskan, Ini Statemen Resmi Menkumham

Untuk saat ini, ketidakpastian tentang berapa banyak pembawa asimtomatik yang ada, dan berapa lama pembawa menimbulkan risiko bagi orang lain adalah alasan kita harus mematuhi jarak sosial.

Jika kita terpapar seseorang dengan virus corona dan terinfeksi, kita dapat menyebarkan virus jauh sebelum menyadari kita sakit.

Mengingat Covid-19 telah menyebar ke seluruh komunitas, kita mungkin tidak tahu jika kita telah terpapar.

"Orang harus waspada tentang menghindari kontak dekat dengan orang lain dan tidak berasumsi hanya karena seseorang tidak sakit, mereka tidak membawa virus," kata Gluckman.

"Kita harus sangat, dan sangat agresif tentang isolasi diri," tegas dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berapa Lama Pembawa Virus Corona Dapat Menginfeksi Orang Lain?"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved