Terkini Virus Corona di Sumut

TERUNGKAP FAKTA Janggal Kematian Pasien COVID 19 Pancurbatu, Kades Blak-blakan Soal Diagnosa Dokter

Pasien positif Covid 19 atau Virus Corona menghembuskan nafas terakhir di RS Bunda Thamrin Medan, Selasa (31/3/2020)

TRI BUN-MEDAN.COM - Pasien positif Covid 19 atau Virus Corona menghembuskan nafas terakhir di RS Bunda Thamrin Medan, Selasa (31/3/2020).

Almarhum adalah warga Desa Sei Glugur, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang.

Baru-baru ini Kepala Desa Sei Glugur Jumino blak-blakan kalau usia almarhum masih sangat muda.

"Usia 34 tahun, bekerja di Kantor BNN Pancing," kata Jumino.

BREAKING NEWS: Hasil Rapid Test, 1 Perawat di RS Bunda Thamrin Medan Positif COVID-19 Diisolasi

Sejumlah Mall di Sumut Tutup Sementara Akibat Wabah Covid-19 , Begini Tanggapan Apindo Sumut 

Pernyataan Jumino ini beredar di linimasa facebook setelah diunggah akun bernama Leo Anan.

Jumino menceritakan kronologi kematian warganya.

Ia menyebut kalau almarhum awalnya didiagnosa demam berdarah (DBD).

"Menurut keterangan dokter setempat adalah sakit DBD, belum diketahui pasti, namun setelah meninggal dunia positif Virus Corona," jelasnya.

"Saat ini almarhum sudah dimakamkan di Simalingkar dengan terbungkus plastik," tambahnya lagi.

Almarhum dijaga ibu dan seorang saudaranya selama perawatan di RS Bunda Thamrin Medan.

"Saat ini mereka (keluarga almarhum) masih berada di rumah. Akan diisolasi atau dikarantina ke rumah sakit terdekat," tutur Jumino.

Ilustrasi virus corona. (pixabay.com)
Ilustrasi virus corona. (pixabay.com) (pixabay.com)

Perawat positif Corona

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut mengkonfirmasi adanya satu tenaga medis positif COVID-19 dari hasil rapid test di Medan, Rabu (1/4/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, dr. Aris Yudhariansyah menyebutkan tenaga medis tersebut merupakan perawat di RS Bunda Thamrin Medan.

"Ada satu tenaga kesehatan seorang perawat di RS Bunda Thamrin positif dari hasil rapid test. Rapid testnya semalam dan hasilnya langsung keluar," tuturnya kepada Tri bun, Rabu (1/4/2020).

Ia menyebutkan bahwa pasien saat ini langsung diisolasi di RS Bunda Thamrin sejak dinyatakan positif.

"Sudah dirawat di RS Bunda Thamrin Medan, Statusnya Pasiem Dalam Pemantauan dengan rapid test positif, jadi masih menunggu hasil swab dari pusat," jelas Aris.

Lebih lanjut, Aris menyebutkan bahwa kondisi perawat tersebut baik. "Kondisinga bagus, tapi tetap harus diisolasi disana," cetusnya.

Terkait kemungkinan adanya tenaga medis lainnya yang positif di Sumut, ia menyebutkan Gugus Tugas belum mendapatkan laporan lainnya.

"Belum ada hingga saat ini baru itu yang masuk laporannya," pungkasnya.

Dua hari berturut

Dua hari berturut Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID 19 meninggal dunia di Medan.

Setelah pasien berinisial SA yang meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020).

Satu lagi PDP meninggal di RS Bunda Thamrin, Selasa (31/3/2020).

Almarhum meninggal dunia setelah 4 hari dirawat di RS Bunda Thamrin.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah.  

"Iya benar ada meninggal pasien PDP di RS Bunda Thamrin Medan, Meninggal sekitar jam 9 pagi hari ini," tutur Aris Yudhariansyah kepada Tri bun Medan.

 Kompol Faidir Chaniago Buka Suara setelah Dibentak-bentak Anggota DPRD Medan Edi Saputra

 Anggota DPRD Medan Edi Saputra Cekcok dengan Polisi: Mana Corona Itu Biar Kutelan

Ia menyebutkan bahwa pasien tersebut telah menjalani rapid test dan hasil positif.

"Hasil rapid testnya positif itu semalam kita lakukan. Namun, hasil laboratorium dari Jakarta belum keluar," tutur Aris.

Lebih lanjut, Aris menyebutkan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) kepada rekan-rekannya di BNNP Sumut.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut ini menyebutkan kondisi terakhir pasien cukup berat dan telah 4 hari dirawat.

"Kondisinya demam, sesak nafas dan penurunan kesadaran. Sudah empat hari masuk dan dirawat di rumah sakit," bebernya.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan besar pasien terkena di Medan karena tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota atau luar negeri.

"Kalau berdasarkan penyelidikan sementara dia tidak ada pergi kemana-mana. Artinya ada kemungkinan terkena di Medan," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun oleh Tribun Medan dari berbagai sumber, pasien tersebut bekerja di Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumatera Utara.

Sang pasien juga dikabarkan merupakan warga Kabupaten Deliserdang dan tinggal di Kecamatan Pancur Batu.

(hen/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved