Sejumlah Mall di Sumut Tutup Sementara Akibat Wabah Covid-19 , Begini Tanggapan Apindo Sumut
Bisnis itu artinya harus bisa beradaptasi terhadap kondisi yang ada. Ini juga semacam perlindungan bagi pekerja
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Kebijakan pemangkasan jam operasional maupun penutupan sementara sejumlah Mall seperti Plaza Medan Fair mulai hari ini, Rabu (1/4/2020) merupakan salah satu langkah positif untuk mengurangi biaya operasional di tengah wabah corona saat ini.
Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) Laksamana Adiyaksa kepada Tri bun Medan.
"Saya kira langkah positif, cuma langkah positif itu juga harus diantisipasi. Bisnis itu artinya harus bisa beradaptasi terhadap kondisi yang ada. Ini juga semacam perlindungan bagi pekerja," ujarnya.
Menurut Adyaksa, dengan kondisi yang terjadi saat ini dan imbauan pemerintah untuk stay at home dalam mewaspadai serta mencegah penyebaran virus corona, pasti akan mengurangi masyarakat untuk keluar dari rumah. Apalagi dengan sistem buka-tutup jalan yang diterapkan saat ini, otomatis mulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore tidak bisa lagi sebebas biasanya.
"Gerakan manusia ini kan berkurang, customer juga berkurang. Sehingga kalau dilihat dari sisi logis, mall itu kan tidak bisa beroperasi secara full. Jadi kalau dibuka secara full kan biaya operasional tinggi , sementara itu pasarnya gak ada," terangnya.
Lebih lanjut kata Adiyaksa, dengan adanya penutupan sementara maupun pengurangan waktu operasional, maka otomatis karyawan juga akan berkurang jam kerjanya.
Sehingga karyawan juga akan lebih banyak waktu di rumah dan mengghindari keramaian sebisa mungkin. Menurutnya langkah penutupan sementara ini juga sebagai bentuk mendukung kebijakan pemerintah untuk antisipasi agar tidak semakin banyak penyebaran covid-19.
"Langkah ini harus kita dukung bersama makanya saya bilang jangan dilihat dari sisi ekonominya saja, tapi dari sisi sosial dan kemanusiaan. Kalau lihat dari sisi ekonomi kita pun sudah malas lihat pergerakan dolar, lantaran bukan itu lagi fokusnya, tapi bagaimana supaya Indonesia aman, bisa mengatasi masalh covid-19 ini. Itu yang harus dipikirkan," kata Adiyaksa.
Di sisi lain Adiyaksa menambahkan, Apindo juga mengimbau agar kegiatan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti supermarket atau pasar yang menyediakan sembako, serta perbankan.
Sektor-sektor tersebut tentu tetap perlu untuk mendukung kelangsungan hidup masyarakat.
"Untuk fungsi-fungsi yang tetap urgent silakan itu tetap jalan , tapi juga tetap dijaga," pungkasnya.
(Can/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sekretaris-asosiasi-pengusaha-indonesia-apindo-sumut-laksamana-adiyaksa.jpg)