News Video

2 Hari Berturut Edy Rahmayadi Tinjau Kesiapan RS Martha Friska sebagai Rujukan Pasien Covid 19

Dua hari berturut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tinjau RS Martha Friska, Jalan Multatuli Medan, Rabu (1/4/2020)

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Hendrik Naipospos

Terkait kemungkinan adanya tenaga medis lainnya yang positif di Sumut, ia menyebutkan Gugus Tugas belum mendapatkan laporan.

"Belum ada, hingga saat ini baru itu yang masuk laporannya," pungkasnya.

 TERUNGKAP FAKTA Janggal Kematian Pasien COVID 19 Pancurbatu, Kades Blak-blakan Soal Diagnosa Dokter

 Mengapa Banyak Pekerja Medis Tertular Virus Corona? Ternyata Tubuh Pasien jadi Pabrik Covid-19

Dua hari berturut

Dua hari berturut Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID 19 meninggal dunia di Medan.

Setelah pasien berinisial SA yang meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020).

Satu lagi PDP meninggal di RS Bunda Thamrin, Selasa (31/3/2020).

Almarhum meninggal dunia setelah 4 hari dirawat di RS Bunda Thamrin.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah.  

"Iya benar ada meninggal pasien PDP di RS Bunda Thamrin Medan, Meninggal sekitar jam 9 pagi hari ini," tutur Aris Yudhariansyah kepada Tri bun Medan.

 Kompol Faidir Chaniago Buka Suara setelah Dibentak-bentak Anggota DPRD Medan Edi Saputra

 Anggota DPRD Medan Edi Saputra Cekcok dengan Polisi: Mana Corona Itu Biar Kutelan

Ia menyebutkan bahwa pasien tersebut telah menjalani rapid test dan hasil positif.

"Hasil rapid testnya positif itu semalam kita lakukan. Namun, hasil laboratorium dari Jakarta belum keluar," tutur Aris.

Lebih lanjut, Aris menyebutkan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) kepada rekan-rekannya di BNNP Sumut.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut ini menyebutkan kondisi terakhir pasien cukup berat dan telah 4 hari dirawat.

"Kondisinya demam, sesak nafas dan penurunan kesadaran. Sudah empat hari masuk dan dirawat di rumah sakit," bebernya.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan besar pasien terkena di Medan karena tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota atau luar negeri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved