Virus Corona
Mengapa Banyak Pekerja Medis Tertular Virus Corona? Ternyata Tubuh Pasien jadi Pabrik Covid-19
Di seluruh dunia, para pekerja medis harus membayar mahal keterlibatan mereka dalam penanganan pandemi Covid-19.
Di seluruh dunia, para pekerja medis harus membayar mahal keterlibatan mereka dalam penanganan pandemi Covid-19.
Ribuan pekerja medis tertular virus corona.
Jumlah mereka yang meninggal akibat terjangkit virus itu juga bertambah setiap hari.
Di Italia, lebih dari 6.200 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah pekerja medis.
Di Spanyol, persentasenya 12%.
Pada awal Maret lalu, China memperkirakan sekitar 3.300 pekerja medis mereka telah tertular virus corona.
Artinya, antara 4-12% kasus Covid-19 dialami dokter, perawat dan orang-orang di garis terdepan penanganan virus tersebut.
Seorang pejabat tinggi bidang kesehatan di pemerintah Inggris berkata kepada BBC bahwa lebih dari 50% karyawan rumah sakit tidak dapat bekerja lagi.
Namun merujuk data dari wabah SARS tahun 2002 dan 2003, WHO menyebut 21% kasus dalam pandemi itu dialami pekerja medis.
Walau menggunakan alat pelindung diri, dokter, perawat, dan pekerja medis lain terlihat lebih rentan dan juga berisiko mengalami sakit yang serius ketimbang orang biasa.
Pertanyaannya, mengapa mereka bisa begitu rentan?
Muatan virus dalam darah
Para pakar menyebut jumlah virus yang dihadapi pekerja medis selama pandemi Covid-19 adalah penyebab utama kerentanan mereka.
Saat masuk ke tubuh pasien, virus akan menginvasi sel dan melipatgandakan diri.
Selama beberapa hari setelahnya, jumlah virus itu akan terus bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-medis-china-beberkan-perilaku-italia_virus-corona.jpg)