Ibu 2 Anak di Surabaya Luput dari Maut Corona, Berpesan Masyarakat Tak Sepele: Bukan Virus Biasa
Saya tahu saat dimasukkan ke ruang isolasi khusus. Dengan kondisi lemas bernapas pun sudah tidak sampai, oksigen tidak maksimal
Hingga akhirnya dia sembuh di hari ke-8 dan diperbolehkan bertemu suaminya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19 dan menuruti imbauan pemerintah.
"Ini bukan penyakit atau virus biasa. Saya sudah mengalami ini," kata dia.

Kepala KKP Kelas I Surabaya Muhammad Budi Hidayat mengemban tugas yang tak mudah di tengah pandemi corona.
Ia harus memantau kesehatan penumpang yang tiba di bandara Internasional Juanda Surabaya.
Pada Jumat (13/2/2020), Budi mengeluh demam dan pusing.
"Sehari setelahnya saya minta tes di Rumah Sakit Airlangga Surabaya. Saat tes keluar, saya dinyatakan positif," ungkap dia.
Beruntung, anak dan istrinya negatif corona.
Ia pun kemudian menjalani perawatan selama dua pekan di Rumah Sakit Universitas Airlangga hingga akhirnya dinyatakan sembuh.
Selama diisolasi, Budi berusaha mengalihkan rasa sakit dengan hal-hal optimisme.
"Dan yang penting lagi jangan sampai stres karena stres bisa menurunkan imunitas tubuh," kata dia.
Ia mengajak masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tetap di rumah agar terhindar dari Covid-19.

KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana
Wakil Wali Kota Bandung: penyembuhan corona sangat berat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/china-dilanda-virus.jpg)