Ibu 2 Anak di Surabaya Luput dari Maut Corona, Berpesan Masyarakat Tak Sepele: Bukan Virus Biasa
Saya tahu saat dimasukkan ke ruang isolasi khusus. Dengan kondisi lemas bernapas pun sudah tidak sampai, oksigen tidak maksimal
Christina setiap hari merasakan sakit dan hanya berteman dengan peralatan medis di ruang isolasi.
Hingga akhirnya dia sembuh di hari ke-8 dan diperbolehkan bertemu suaminya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19 dan menuruti imbauan pemerintah.
TRI BUN-MEDAN.com - Sejumlah pasien corona berbagi harapan kesembuhan setelah bisa bebas dari Covid-19.
Berikut ini kisah pasien yang sembuh yang dirangkum dari Kompas.com, agar kita lebih sadar pentingnya untuk menjaga diri dari tertularnya virus Corona.
Ibu dua anak di Surabaya: corona bukan virus biasa
Christina, salah satu pasien positif Covid-19 asal Surabaya yang dinyatakan sembuh dan negatif coronaSelama dua pekan lebih, Christina, warga Surabaya, harus bergelut melawan Covid-19 yang dia derita.
Namun ibu dua anak ini tak lantas menyerah dengan keadaan.
Rasa sakit dia alami mulai dari gejala demam tinggi, sesak napas hingga hilang nafsu makan.
"Beberapa hari saya dirawat di RS Mitra Keluarga. Waktu itu napas saya sudah lemas. Dada kanan warnanya abu-abu sudah bisa sembuh karena terapi. Lalu yang kiri memburuk berbentuk embun dan menutup" kata Christina.
Lalu ia dirujuk ke RSUD dr Soetomo dan masuk ke ruang isolasi.
Christina setiap hari merasakan sakit dan hanya berteman dengan peralatan medis di ruang isolasi.
"Saya tahu saat dimasukkan ke ruang isolasi khusus. Dengan kondisi lemas bernapas pun sudah tidak sampai, oksigen tidak maksimal," kata dia.
Di hari-hari berat itu, motivasi dari dokter membuatnya tetap bertahan.
"Ibu harus sembuh, Ibu sehat, karena hanya Ibu yang bisa membantu diri Ibu sendiri, imun Ibu yang membentengi Ibu sendiri. Itu kata dokter pada saya. Tidak pernah sama sekali dokter dan perawat bilang pada saya tentang virus," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/china-dilanda-virus.jpg)