TIGA RUMAH SAKIT RUJUKAN PENUH, Seorang Suspect Corona Meninggal di Mobil Ambulans tanpa Keluarga

Seorang suspect virus Corona di Jakarta meninggal di mobil ambulans sebab tiga rumah rujukan Covid-19 penuh

Tayang:
akun twitter @Cobeh09
Petugas medis shalati jenazah korban covid-19. 

TIGA RUMAH SAKIT RUJUKAN PENUH, Seorang Suspect Corona Meninggal di Mobil Ambulans Tanpa Keluarga

Seorang suspect virus Corona di Jakarta meninggal di mobil ambulans sebab tiga rumah rujukan Covid-19 penuh. Nyawanya tidak tertolong saat petugas medis mencari rumah sakit untuk perawatannya.

TRI BUN-MEDAN.com - Seorang suspect virus Corona di Jakarta meninggal di mobil ambulans sebab tiga rumah rujukan Covid-19 penuh.

Nyawanya tidak tertolong saat petugas medis muter-muter cari rumah sakit untuk perawatannya. 

Pria berusia 60 tahun wafat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona atau Covid-19.

Nyawanya tak tertolong dalam perjalanan mencari rumah sakit yang masih mempunyai slot kosong untuk menanganinya.

Menurut keterangan keluarga, sudah tiga rumah sakit di Jakarta yang didatangi ketika mencari pertolongan.

JUMLAH Pasien Virus Corona Meroket, WNA Asal Cina Pulang Kampung Diangkut Pesawat Cambodia Airline

Namun, semuanya tak bisa menerima tambahan pasien lagi.

Putra tinggal di bilangan Gambir, Jakarta Pusat. Hanya seorang pembantu tinggal dengannya di rumah tersebut.

Beberapa hari belakangan, ia mengaku mulai merasa sakit.

Namun, ia belum memeriksakan diri ke dokter.

Salah satu anggota keluarga Putra yang enggan disebutkan identitasnya berujar, baru pada Selasa (24/3/2020) pagi, Putra merasa sakitnya agak parah.

“Keluarga tahu beliau sakit (semakin parah) saat pagi itu dari pembantu,” ujar dia kepada Kompas.com.

Pencarian Rumah Sakit

Pagi itu, sekitar pukul 08.00, Putra (nama samaran) berinisiatif menghubungi nomor darurat Covid-19 DKI Jakarta.

Ambulans datang menjemputnya di rumah tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB.

“Dibawa ke rumah-rumah sakit utama untuk rujukan Covid-19, tapi waiting list karena banyak banget ternyata orang-orang (di rumah sakit rujukan) membeludak terus,” ujar dia.

RSUD Tarakan yang hanya sekitar dua kilometer dari kediamannya menjadi tujuan pertama ambulans yang membawa Putra. Upaya pertama itu tak berhasil.

KONYOL, Keluarga Anggap Pasien Sakit Biasa, Jenazah PDP Corona Dibuka Plastinya dan Dimandikan

Ambulans lalu melarikan Putra ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur, dan RSPI Sulianti Saroso (SS), Jakarta Utara.

“RS Persahabatan penuh, juga RSPI SS ditolak (karena) penuh. Ambulans kembali ke RSUD Tarakan,” kata dia sambil mengutip kronologi resmi pihak keluarga.

Belum juga mendapatkan rumah sakit yang mampu menerima dirinya, Putra mengembuskan napas terakhir.

Ia wafat sekitar pukul 13.36 tanpa sanak famili sempat mendampingi di dalam ambulans tersebut.

“Beliau kan sudah lansia juga. Mungkin harusnya langsung masuk ICU. Tapi kapasitasnya enggak muat lagi di rumah-rumah sakit utama, jadi enggak tertolong,” jelas narasumber Kompas.com.

Hingga ajalnya, Putra tak tahu apakah dirinya pengidap Covid-19 atau bukan.

Petugas kesehatan disebut telah mengambil sampel spesimen lendir tenggorokannya untuk ditelaah ada atau tidaknya kandungan virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.

Akan tetapi, jelas bahwa hasil tes laboratorium itu tak akan terbit dalam beberapa jam.

Dimakamkan Tanpa Iringan Keluarga

Petugs medis memakamkan pada sore tanpa iring-iringan keluarga. Ia dibawa sendiri ke liang lahat.

Kendati belum terkonfirmasi positif terinfeksi virus SARS-CoV-2, jenazah Putra dikebumikan sesuai prosedur pemulasaraan jasad penderita Covid-19.

“Enggak boleh dekat-dekat (saat pemakaman). Enggak boleh ikut menguburkan juga. Hanya melihat dari jauh, karena jenazahnya infeksius,” kata narasumber Kompas.com tadi.

“Sedih sekali. Bahkan keluarga juga tidak bisa mengantar ke peristirahatan terakhir. Aku harap orang-orang di luar sana at least bisa mendoakan dari jauh,” lanjut dia.

“Yang sebenarnya membuat marah, (kami) jadi tahu ketidaksiapan kita menghadapi ini (Covid-19). Ada berapa orang yang seperti almarhum? Hidupnya sendirian, lansia, lalu saat butuh pertolongan, ternyata fasilitas kesehatannya tidak siap juga.”

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Suspect Covid-19 Lanjut Usia Meninggal di Ambulans gara-gara 3 Rumah Sakit Penuh

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved