Virus Corona

MENGHARUKAN Pasien Suspect Corona Meninggal di Ambulans, 3 Rumah Sakit Menolak Gak Disangka

MENGHARUKAN Pasien Suspect Corona Meninggal di Ambulans, 3 Rumah Sakit Menolak karena

Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi/tri bun batam
MENGHARUKAN Pasien Suspect Corona Meninggal di Ambulans, 3 Rumah Sakit Menolak Gak Disangka 

TRI BUN-MEDAN.com - MENGHARUKAN Pasien Suspect Corona Meninggal di Ambulans, 3 Rumah Sakit Menolak karena.

//

Seorang pria lanjut usia suspect corona hanya tinggal dengan seorang pembantu menghembuskan napas terakhirnya di mobil ambulans.

PHK Dampak Corona Kini Bisa Dapat Insentif, Nih Syarat Mendapat Kartu Pra Kerja

Gegara Corona, Agnez Mo Gagal Terbang ke Amerika, Asmara Abigail Terjebak di Italia dan Artis Lain

Sayangnya, nyawanya tak tertolong lantaran tiga rumah sakit rujukan pasien Covid-19 penuh dan menolaknya.

Putra (bukan nama sebenarnya), seorang pria 60 tahun, meninggal dunia di Jakarta pada Selasa (24/3/2020) siang.

Cium Jenazah PDP Corona, Ahli Medis Ungkap Risikonya, Semua Warga Menyentuh Otomatis ODP

Ia tutup usia dengan status sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

Nyawanya tak tertolong dalam perjalanan mencari rumah sakit yang masih mempunyai slot kosong untuk menanganinya.

Menurut keterangan keluarga, sudah tiga rumah sakit di Jakarta yang didatangi ketika mencari pertolongan.

Namun, semuanya tak bisa menerima tambahan pasien lagi.

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). .(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) ()

Putra tinggal di bilangan Gambir, Jakarta Pusat. Hanya seorang pembantu tinggal dengannya di rumah tersebut.

Beberapa hari belakangan, ia mengaku mulai merasa sakit.

Cium Jenazah PDP Corona, Ahli Medis Ungkap Risikonya, Semua Warga Menyentuh Otomatis ODP

Namun, ia belum memeriksakan diri ke dokter.

Salah satu anggota keluarga Putra yang enggan disebutkan identitasnya berujar, baru pada Selasa (24/3/2020) pagi, Putra merasa sakitnya agak parah.

“Keluarga tahu beliau sakit (semakin parah) saat pagi itu dari pembantu,” ujar dia kepada Kompas.com.

Pencarian rumah sakit

Pagi itu, sekitar pukul 08.00, Putra berinisiatif menghubungi nomor darurat Covid-19 DKI Jakarta.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved