Virus Corona

Amerika Episentrum Baru Kasus Covid-19 Gantikan China dan Italia, Trump Biang Keroknya

Prediksi WHO yang menyebut Amerika Serikat menjadi episentrum baru kasus virus Corona (Covid-19) setelah China dan Eropa menjadi kenyataan.

Editor: Tariden Turnip
afp
Amerika Episentrum Baru Kasus Covid-19 Gantikan China dan Italia, Trump Biang Keroknya. Kereta subway di kota New York terlihat sepi di tengah perebakan virus corona di sana (20/3/2020). 

Amerika Episentrum Baru Kasus Covid-19 Gantikan China dan Italia, Trump Biang Keroknya

Prediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut Amerika Serikat menjadi episentrum baru kasus virus Corona (Covid-19) setelah China dan Eropa menjadi kenyataan.

Amerika kini mengonfirmasi kasus Covid-19 paling banyak dibanding negara-negara lain, dengan setidaknya 82.404 orang dinyatakan positif Covid-19.

Merujuk data Universitas Johns Hopkins, AS melampaui China yang mencatat 81.782 kasus dan Italia yang melaporkan 80.589 kasus.

Keduanya sebelumnya merupakan pusat pandemi virus corona.

Tetapi dengan 1.200 kematian terkait-Covid-19, jumlah kematian AS masih jauh dibawah China (3.291) dan Italia (8.215).

Hari ini, Jumat (27/3/2020) hingga pukul 09.35 WIB, jumlah terkonfirmasi menjadi 531.864 kasus.

Sementara itu, jumlah negara dan wilayah yang terjangkit virus corona menjadi 199 dan ada wabah di transportasi angkut (Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang).

Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 24.073 pasien, sedangkan 123.942 pasien telah dinyatakan sembuh.

Melansir bbc news indonesia, tonggak sejarah yang suram ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump meramalkan negaranya akan kembali bekerja "cukup cepat", setelah negara itu melaporkan adanya 3,3 juta warga yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

Lebih dari 1.100 orang dengan Covid-19 telah meninggal di AS.

Apa yang dikatakan Presiden Trump?
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, Kamis (26/03), Trump mengatakan: "Mereka harus kembali bekerja, negara kita harus kembali, negara kita didasarkan pada itu dan saya pikir itu akan terjadi dengan cepat.

"Kita dapat memanfaatkan bagian dari negara kita, kita mungkin mengambil bagian besar dari negara kita yang tidak begitu terdampak dan kita dapat melakukannya dengan cara itu."

Dia menambahakan: "Banyak orang yang salah mengartikan ketika saya mengatakan kembali, mereka akan mempraktikan jarak sosial sebanyak yang Anda bisa dan mencuci tangan serta tidak menjabat tangan dan semua hal yang kita bicarakan."

Ketika AS menyalip China dalam hal kasus virus corona terbanyak, Trump meragukan angka yang dirilis Beijing, mengatakan kepada wartawan: "Anda tidak tahu jumlahnya di China".

Sumber: bbc
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved