Virus Corona
Saat Sekarat Kena Virus Corona, Pastor Berardelli Malah Selamatkan Pasien Muda yang tak Dikenalnya
Setidaknya 50 pastor yang meninggal karena Covid-19 di seantero Italia, dengan wilayah terparah di Lombardy.
Saat Sekarat Kena Virus Corona, Pastor Berardelli Malah Selamatkan Pasien Muda yang tak Dikenalnya
Pandemi virus Corona (Covid-19) di Italia menelan nyawa 6.077 korban hingga Selasa (24/3/2020) malam.
Artinya sepertiga lebih korban jiwa Covid-19 terjadi di Italia yang hingga Selasa malam sudah mencapai 17.365 orang meninggal.
Di antara korban meninggal ada seorang pastor senior, yang sebenarnya bisa selamat jika berpikir egois.
Namun Giuseppe Berardelli memilih memberikan respirator kepada pasien yang usianya lebih muda.
Bapa Giuseppe Berardelli wafat di rumah sakit Lovere, Bergamo, salah satu wilayah yang paling parah terdampak wabah virus corona.
Dilansir BBC Selasa (24/3/2020), setidaknya adalah 50 pastor yang meninggal karena Covid-19 di seantero Italia, dengan wilayah terparah di Lombardy.
Sebagian besar kasus terjadi di pusat penyebaran di wilayah utara.
Di Bergamo yang merupakan salah satu wilayah terdampak, 10 orang pastor wafat.
Enam di antaranya berusia di atas 80 tahun. Keenam pastor itu yakni Remo Luiselli (81), Gaetano Burini (83), Umberto Tombini (83), Tarcisio Casali (82), Mgr Achille Belotti, dan Mgr Tarcisio Ferrari (84).
Kemudian, terdapat nama Giancarlo Nava, imam berusia 70 tahun yang sebelumnya sempat mengemban tugas sebagai misionaris di Paraguay.
"Jumlah pastor yang meninggal pada pekan ini dan mereka yang masih dirawat dalam kondisi serius sangatlah tinggi," jelas Uskup Bergamo, Mgr Francesco Beschi.
Kepada InBlu Radio, dikutip dari New York Post, Selasa (17/3/2020), Beschi mengatakan, dirinya begitu sedih harus membagikan kabar duka ini kepada umat.
Meski begitu, Beschi menegaskan bahwa mereka tidak akan terpisah dari umat Katolik di tengah mewabahnya virus bernama resmi SARS-Cov-2.
Banyaknya kasus yang terjadi di Bergamo, kata Beschi, membuat Paus Fransiskus secara khusus meneleponnya untuk memberikan dukungan.
Kantor berita ANSA melaporkan, Beschi menerangkan bahwa Bapa Suci menghubunginya untuk mendapatkan langsung situasi terkini Bergamo.
"Beliau sangat tertegun dengan banyaknya korban meninggal atas banyaknya kematian, dan keluarga yang harus mengalami kepiluan seperti ini," terang dia.
Dilansir media lokal Avvenire, Rabu (18/3/2020), korban meninggal akibat Covid-19, penyakit yang diakibatkan virus corona, juga terjadi di wilayah lain.
Di Parma, lima orang pemuka agama Katolik meninggal, dengan korban termuda bernama Don Andrea Avanzini yang mengembuskan napas terakhir pada usia 55 tahun.
Di Keuskupan Cremona, Mgr Vincenzo Rini diberitakan meninggal karena Covid-19 pada Sabtu (14/3/2020) dalam usia 75 tahun.
Rini dikenal tak hanya sebagai pakar literatur dan novelis, tapi juga menjalankan media keuskupan selama 30 tahun, dan sempat menjabat sebagai kantor berita keuskupan Italia.
Uskup Cremona, Antonio Napolioni, yang sempat dirawat selama 10 hari karena terinfeksi virus corona, disebut sudah pulih dan pulang pada Senin (16/3/2020).
Puluhan pastor yang meninggal karena virus corona tersebut diberitakan tidak akan mendapat upacara pemakaman, sama seperti korban lainnya.
Siapa itu Pastor Berardelli?
Bapa Giuseppe Berardelli adalah gembala gereja utama di kota Casnigo.
Dia dilaporkan meninggal pekan lalu saat mendapat perawatan di Lovere.
Berdasarkan keterangan rumah sakit, gembala berusia 72 tahun itu menolak menggunakan respirator yang memang dibelikan oleh salah satu umat.
Dia memilih untuk memberikannya kepada pasien virus corona berusia muda, di mana Berardelli disebut tidak mengenalnya sama sekali.
Kabar kematiannya disampaikan oleh James Martin, imam di Serikat Jesuit sekaligus penulis buku Jesus: A Pilgrimage, di Twitter.
Martin mengumumkan kematian Berardelli dengan mengutip ayat Alkitab berbunyi "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya".
Warga di Casnigo dilaporkan memberikan tepuk tangan dari jendela serta balkon apartemen begitu peti jenazah itu lewat untuk dimakamkan.
Pada Selasa, Paus Fransiskus memimpin doa bagi imam dan dokter yang gugur.
"Terima kasih Tuhan atas mereka yang menunjukkan kepahlawanan dalam merawat orang sakit," kata Paus.
Bagaimana situasi di Italia?
Sejak awal Maret, pemerintah pusat sudah melakikan lockdown dengan menutup bisnis, melarang perkumpulan, dan meminta warga diam di rumah.
Perdana Menteri Giuseppe Conte pada pekan lalu mengatakan, dia memperpanjang masa karantina itu demi menyelamatkan "sistem kesehatan yang kolaps".
Selama dua hari beruntun sejak Minggu (22/3/2020), Italia mengalami tren penurunan laporan kematian harian akibat Covid-19.
Meski begitu, Kepala Garda Perlindungan Sipil Angelo Borrelli kepada La Repubblica memperingatkan, angka penularan masih bisa meningkat.
"Dalam beberapa jam ke depan, kami akan melihat apakah memang terjadi tren penurunan," tegas Borrelli.
Saat Sekarat Kena Virus Corona, Pastor Berardelli Malah Selamatkan Pasien Muda yang tak Dikenalnya
Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Pilih Berikan Respiratornya ke Pasien Muda Covid-19, Pastor Ini Meninggal karena Penyakit yang Sama", ''Puluhan Pastor di Italia Meninggal karena Virus Corona"
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
