PDP Covid-19 Meninggal, Penjelasan Dinas Kesehatan Dumai dan 3 ODP di Batam tanpa Gejala Corona
PDP Covid-19 Meninggal, Penjelasan Dinas Kesehatan Dumai dan 3 ODP di Batam tanpa Gejala Corona
Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.
Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.
"Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," kata Diah.
• Andrea Dian Panen Dukungan dari Rekan Selebriti setelah Umumkan Dirinya Positif Covid-19
Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.
Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Gejala virus corona
Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.
• Cara Membuat Hand Sanitizer, Bahan-bahan Selain Alkohol, Yuk Cegah Virus Corona
"Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare," katanya.
Apakah virus corona bisa disembuhkan?
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menegaskan bahwa semua virus corona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.
• Bukan Hand Sanitizer karena Merusak Mobil, Cara Mencegah Penularan Virus Corona Bersihkan Mobil
Diah menambahkan, walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.
"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetap sebuah virus yang bisa disembuhkan," katanya.
Jadi, kata Diah, proses pengobatan yang dilakukan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.
"Boleh obat flu biasa kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam," katanya.
Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang sudah ada.
Bagaimana penanganannya jika terkena virus corona?
Diah menjelaskan prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi.
Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah.
Jika terduga masih menunjukkan gejala awal, kata Diah, maka pasien akan mendapatkan obat demam, batuk dan flu, disertai dukungan makanan yang sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus tersebut.
• Tak Percaya Billy Syahputra Beri Hadiah Jaket Rp 26 Juta, Nikita Mirzani: Dua Juta Enam Ratus Ini

Proses rumah sakit
Jika, gejalanya hilang dan hasil telah negatif, ujar Diah, pasien kemudian akan dipulangkan. Pemeriksaan pembuktian pun kata Diah dapat dilakukan dengan cepat.
• Raditya Dilka Minta Masyarakat Tak Remehkan Virus Corona, Ceritakan Teman Meninggal karena Covid-19
"Tapi kalau pasien sudah pneumonia, dan biasanya demam tinggi maka diinfus karena butuh cairan banyak, dan diberikan obat lainnya tergantung derajatnya," kata Diah.
"Kemudian, kalau benar-benar sembuh, batuk dan semua gejala hilang, kita pantau, terus kita pulangkan. Tidak perlu khawatir (menular) karena berarti badannya telah sukses melawan virus dengan sendirinya. Jadi tidak menular lagi," ujar Diah.
Cara mencegah: jalani pola hidup sehat dan etika batuk
Diah menjelaskan terdapat beberapa cara untuk mencegah tertular virus corona ini.
Pertama adalah dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan cara memberikan asupan makan yang sehat dan sempurna.

Imbauan WHO agar mengurangi resiko terpapar virus corona.
Lalu, katanya, istirahat cukup dan mengimbau perokok untuk berhenti merokok.
"Berada di cuaca sekarang ini (hujan), kita tidak perlu terlalu lama di keramaian," katanya.
Kemudian, kata Diah adalah selalu cuci tangan usai ke tempat umum atau menyentuh alat-alat publik karena berpotensi mengandung virus yang disentuh oleh pengidap virus corona.
Tidak lupa juga, kata Diah, untuk menggunakan masker saat di ruang publik.
"Lalu bagi yang sakit flu dan batuk, tanamkan etika batuk. Jadi ketika batuk ditutup dengan tisu. Lalu jangan meludah sembarangan, buang dahak sembarangan, juga hindari kerumunan dan lekas periksa ke dokter. Itu tips kita." katanya.
• Bunga Citra Lestari Ulang Tahun yang ke-37, Keluarga Ashraf Sinclair Kompak Ucapkan Selamat
• Bukan Hand Sanitizer karena Merusak Mobil, Cara Mencegah Penularan Virus Corona Bersihkan Mobil
Artikel ini dikompilasi dari bbc news indonesia berjudul: Virus corona di Indonesia: Gejala, pencegahan, dan penyembuhan Covid-19 menurut dokter
(Tri bunbatam.id/Ichwannurfadillah)
• BERITA COVID-19: Mirip Flu atau Pilek, Gejala Awal Covid-19 (Virus Corona), Merusak Fungsi Paru
Artikel ini telah tayang di tri bunbatam.id dengan judul MESKI Tanpa Gejala, 3 Warga Nongsa Batam Berstatus ODP Covid-19, Ada Riwayat ke Malaysia
• Ciri-ciri Virus Corona (Covid-19), Bentuk Bola Runcing dan Gejala Infeksi Virus Corona
• TERBARU ODP Covid-19 tanpa Gejala, Kondisi 3 Warga Batam Diperiksa di Puskesmas, Bukan dari Malaysia
Artikel ini telah tayang di Tri bunpekanbaru.com dengan judul Satu Orang PDP Covid-19 Meninggal di RSUD Dumai, Hasil Tes Covid-19 Belum Keluar
PDP Covid-19 Meninggal, Penjelasan Dinas Kesehatan Dumai dan 3 ODP di Batam tanpa Gejala Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasien-pertama-virus-corona-ditemukan_virus-corona.jpg)