Kurs Dollar Sentuh Rp16.608, Rupiah Mendapat Tekanan di Pasar Valas

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah juga melemah di perdagangan pasar spot.

Tribun-Medan.com/Septrina Ayu Simanjorang
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat 

"Dan ketujuh, memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung upaya mitigasi penyebaran COVID-19 melalui ketersediaan uang layak edar yang higienis, layanan kas, dan backup layanan kas alternatif, serta menghimbau masyarakat agar lebih banyak menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai," ucapnya.

Dikatakannya, BI mendorong penggunaan pembayaran nontunai dengan menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dari perbankan ke BI yang semula Rp600 menjadi Rp1 dan dari nasabah ke perbankan semula maksimum Rp3.500 menjadi maksimum Rp2.900, berlaku efektif sejak 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

BI juga mendukung penyaluran dana nontunai program-program Pemerintah seperti Program Bantuan Sosial PKH dan BPNT, Program Kartu Prakerja, dan Program Kartu Indonesia.

"Terkait dengan Covid-19, masyarakat harus patuh dan taat mengikuti semua ketentuan pemerintah. Terkait dengan suppy dan demand valas, tidak ikut-ikutan membeli dollar AS sehingga menambah tekanan permintaan dollar AS di pasar. Kalau bisa justru ikut menambah pasokan dollar AS melalui penjualan atas valas yang dimiliki," kata Wiwiek.(nat/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved