Cerita Suharsono, Bupati Bantul Kontak Pasien Positif Covid-19, Terpaksa Tersudut Isolasi Diri

Hal itu setelah sang bupati sempat melakukan kontak dengan seorang pasien positif virus corona covid-19 belum lama ini.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul Suharsono memeragakan salam penghormatan sebagai pengganti jabat tangan sebagai antisipasi untuk mencegah persebaran virus Corona. 

TRI BUN-MEDAN.com - Bupati Bantul, Suharsono, harus menjalani isolasi diri untuk sementara waktu.

Hal itu setelah sang bupati sempat melakukan kontak dengan seorang pasien positif virus corona covid-19 belum lama ini.

Suharsono pun memberikan penjelasan terkait kronologi hingga dirinya akhirnya harus menjalani isolasi.

Dalam klarifikasi melalui akun resmi facebook miliknya, Suharsono menyampaikan dirinya membenarkan telah menjenguk seorang ASN di wilayah Bantul yang dinyatakan positif Corona.

Pernikahannya Sempat Jadi Sorotan, Begini Curhatan Suami Cerai dengan Istri Setelah 6 Bulan Menikah

Hati-hati Ketika Mendadak Tak Bisa Mencium Bau, Gejala Baru untuk Virus Corona

Kendati demikian, saat menjenguk, menurut dia pasien tersebut sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Bantul. 

"Pada waktu itu pihak rumah sakit tidak mendeteksi adanya infeksi covid-19, sehingga pihak rumah sakit mengizinkan besuk (menjenguk)," tulis Suharsono. 

Selang beberapa hari, lanjutnya, pasien tersebut diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.

Bupati Bantul Suharsono
Bupati Bantul Suharsono (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

Beberapa hari kemudian pasien tersebut memeriksakan diri kembali di RS Panembahan Senopati.

Berdasarkan hasil laboratorium ternyata dinyatakan positif corona covid-19.

"Kemudian saya melakukan cek kesehatan. Alhamdulillah hasilnya negatif. Namun begitu sesuai protokol kesehatan saya melakukan isolasi mandiri yaitu 14 hari yang insha Alloh berakhir senin besok," terangnya. 

Dijelaskan Suharsono, roda pemerintahan di Kabupaten Bantul tetap berlangsung dengan menggunakan Teknologi Informasi (IT) yang sudah ada.

Ia betul-betul menghimbau kepada warga masyarakat Bantul, agar melaksanakan instruksi Bupati yang sudah di tanda tangani dirinya beberapa waktu lalu.

 "Saya berusaha mengerahkan segala sumberdaya yang ada untuk mencegah semakin meluasnya persebaran virus ini," jelas dia. 

Kriss Hatta Tak Pakai Masker saat Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid-19: Gue Gak Pernah Worry

Pernikahannya Sempat Jadi Sorotan, Begini Curhatan Suami Cerai dengan Istri Setelah 6 Bulan Menikah

Berdasarkan laporan Gugus Tugas COVID-19 Bantul, per tanggal 22 Maret 2020 pukul 14.30 WIB, tercatat jumlah pasien ODP ada 68 orang dan  yang menjalani rawat inap di RSUD Panembahan Senopati ada dua orang.

Sedangkan pasien PDP berjumlah 11 orang, dengan rincian 8 orang rawat inap di RSUD Panembahan Senopati, dua di PKU Bantul, dan satu di RS UII Bantul. 

Pasien positif COVID-19 di Bantul ada satu orang yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati. 

RSUD Panembahan Senopati, Bantul
RSUD Panembahan Senopati, Bantul (TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan)

Berstatus ODP

Terpisah, Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso, membenarkan bahwa Bupati Bantul, Suharsono, menjadi satu dari beberapa orang yang disarankan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Penyebabnya, orang nomor satu di Bumi Projotamansari itu pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 di Bantul. 

Menurutnya, Suharsono telah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan harus menjalani observasi selama 14 hari.

"Sampai sekarang beliau (Suharsono) kondisinya baik. Tidak ada gejala," kata dr Sri Wahyu Joko Santoso, dihubungi Minggu (22/3/2020).

Bupati Bantul Drs Suharsono
Bupati Bantul Drs Suharsono (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

Dikatakan Sri Wahyu, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Bantul berjumlah satu orang.

Pasien tersebut diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di sebuah instansi vertikal di Kabupaten Bantul.

Merujuk berdasarkan pemberitaan media, kata dia, pasien positif merupakan pejabat tertinggi di Kejaksaan Bantul. 

Kebetulan Bupati Bantul diakuinya sempat kontak erat dengan yang bersangkutan saat menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit swasta di Bantul.

Jumlah ODP Covid-19 di Sumut Terus Bertambah, Kini Mencapai Jadi 496 Orang

Kebun Binatang Medan Zoo Akhirnya Ditutup, Bandingkan Jumlah Pengunjung sebelum Covid-19 Mewabah

Sehingga kemudian ditetapkan sebagai ODP bersama 90 orang lainnya.

Pihaknya pun mengaku sudah bergerak cepat melakukan pemantauan dan tracing. 

"Mereka yang pernah kontak erat dengan pasien positif. Semua kita minta isolasi mandiri selama 14 hari sejak kontak terakhir," kata Sri Wahyu.

Ia juga mengimbau, kepada siapapun yang pernah kontak erat dengan pasien positif, agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik, puskemas ataupun rumah sakit.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jogja dengan judul :Kronologi Bupati Bantul Suharsono Jalani Isolasi Mandiri Pascakontak dengan Pasien Positif Covid-19

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved