BERITA COVID-19: Mirip Flu atau Pilek, Gejala Awal Covid-19 (Virus Corona), Merusak Fungsi Paru

BERITA COVID-19: Mirip Flu atau Pilek, Gejala Awal Covid-19 (Virus Corona), Merusak Fungsi Paru

Editor: Salomo Tarigan
Thinkstock
BERITA COVID-19: Mirip Flu atau Pilek, Gejala Awal Covid-19 (Virus Corona), Merusak Fungsi Paru 

"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetap sebuah virus yang bisa disembuhkan," katanya.

Jadi, kata Diah, proses pengobatan yang dilakukan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.

"Boleh obat flu biasa kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam," katanya.

Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang sudah ada.

Bagaimana penanganannya jika terkena virus corona?

Diah menjelaskan prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi.

Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah.

Jika terduga masih menunjukkan gejala awal, kata Diah, maka pasien akan mendapatkan obat demam, batuk dan flu, disertai dukungan makanan yang sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus tersebut.

Tak Percaya Billy Syahputra Beri Hadiah Jaket Rp 26 Juta, Nikita Mirzani: Dua Juta Enam Ratus Ini

virus corona
Proses rumah sakit

Jika, gejalanya hilang dan hasil telah negatif, ujar Diah, pasien kemudian akan dipulangkan. Pemeriksaan pembuktian pun kata Diah dapat dilakukan dengan cepat.

Raditya Dilka Minta Masyarakat Tak Remehkan Virus Corona, Ceritakan Teman Meninggal karena Covid-19

"Tapi kalau pasien sudah pneumonia, dan biasanya demam tinggi maka diinfus karena butuh cairan banyak, dan diberikan obat lainnya tergantung derajatnya," kata Diah.

"Kemudian, kalau benar-benar sembuh, batuk dan semua gejala hilang, kita pantau, terus kita pulangkan. Tidak perlu khawatir (menular) karena berarti badannya telah sukses melawan virus dengan sendirinya. Jadi tidak menular lagi," ujar Diah.

Cara mencegah: jalani pola hidup sehat dan etika batuk

Diah menjelaskan terdapat beberapa cara untuk mencegah tertular virus corona ini.

Pertama adalah dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan cara memberikan asupan makan yang sehat dan sempurna.

Imbauan WHO agar mengurangi resiko terpapar virus corona.
Imbauan WHO agar mengurangi resiko terpapar virus corona.

Lalu, katanya, istirahat cukup dan mengimbau perokok untuk berhenti merokok.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved