BERITA COVID-19: Mirip Flu atau Pilek, Gejala Awal Covid-19 (Virus Corona), Merusak Fungsi Paru
BERITA COVID-19: Mirip Flu atau Pilek, Gejala Awal Covid-19 (Virus Corona), Merusak Fungsi Paru
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.
Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.
Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.
• Tak Percaya Billy Syahputra Beri Hadiah Jaket Rp 26 Juta, Nikita Mirzani: Dua Juta Enam Ratus Ini
"Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan.
Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia," kata Diah saat dihubungi BBC Indonesia.
Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.
Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.
"Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," kata Diah.
• Andrea Dian Panen Dukungan dari Rekan Selebriti setelah Umumkan Dirinya Positif Covid-19
Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.
Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Gejala virus corona
Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.
• Cara Membuat Hand Sanitizer, Bahan-bahan Selain Alkohol, Yuk Cegah Virus Corona
"Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare," katanya.
Apakah virus corona bisa disembuhkan?
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menegaskan bahwa semua virus corona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.
• Bukan Hand Sanitizer karena Merusak Mobil, Cara Mencegah Penularan Virus Corona Bersihkan Mobil
Diah menambahkan, walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bbatukk.jpg)