Kesehatan
Cara Mengatasi Penyebaran VIRUS CORONA, Pentingnya Social Distancing dan Cara Berdiam Diri di Rumah
Cara Mengatasi Penyebaran VIRUS CORONA, Pentingnya Social Distancing dan Cara Berdiam Diri di Rumah
Saat ada orang lain yang tidak terinfeksi memegang permukaan tersebut, lalu menyentuh mulut, hidung atau matanya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka ia berisiko tinggi ikut tertular.
Inilah yang membuat angka penularan penyakit ini naik drastis dalam waktu singkat.
Apalagi, virus ini sudah bisa menular ke orang lain, meskipun orang-orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala yang berat.
Mereka bisa saja merasa sehat dan hanya sedikit bersin-bersin atau flu, namun ternyata sudah terinfeksi COVID-19.
Bayangkan jika orang yang terinfeksi itu masih tetap masuk kerja, sekolah, datang ke seminar, atau konser musik.
Meski awalnya yang terinfeksi hanya satu orang, namun setelah menyebar, bisa saja ribuan orang lainnya yang berada di tempat tersebut, juga terinfeksi.
• Ternyata Kecantikan Nia Ramadhani Menurun dari Neneknya, Lihat Potret Cantik Keduanya saat Berjumpa
Jadi mulai sekarang, agar penyebaran virus ini tidak makin meluas di Indonesia, peran yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan social distancing.
Jangan beraktivitas di luar rumah kecuali jika benar-benar diperlukan. Untuk sementara waktu, hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara. Tidak perlu juga untuk mengunjungi pusat keramaian seperti mal atau tempat wisata.
Social distancing akan menekan risiko penyebaran infeksi maksimal kepada 3 orang saja, yang berada dalam satu tempat tinggal, atau para kerabat terdekat.
Tanpa langkah social distancing ini, penyebaran infeksi bisa menjangkau 1.000 orang lain yang berada di konser yang sama.
Memperlambat laju penyebaran virus juga penting agar orang yang sakit, tidak terinfeksi secara bersamaan.
Dengan demikian, social distancing secara tidak langsung mampu membantu rumah sakit, laboratorium, maupun dokter dan tenaga medis lainnya agar tidak kewalahan menangani jumlah pasien COVID-19 yang melebihi kapasitas dan kemampuan daerah tersebut.
Sehingga, semua pasien yang sakit bisa mendapatkan perawatan yang optimal.
Jika ketersediaan rumah sakit dan jumlah tenaga medis tidak seimbang dengan jumlah pasien, maka akan banyak pasien yang terinfeksi virus corona yang akhirnya tidak bisa mendapatkan perawatan yang layak. Akibatnya, angka kematian akan semakin tinggi.
• BERITA KESEHATAN HARI INI: Terbaru, Gejala Awal Virus Corona dari Hari ke Hari saat Menyerang Tubuh
Contoh nyata pentingnya social distancing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kisah-dokter-di-tengah-pasien-hadapi-virus-corona-di-jakarta-jam-kerja-enggak-manusiawi.jpg)