Virus Corona

SERUAN Pengurus Masjid Sri Petaling KL setelah Ratusan Jemaah Tablig Akbar Jhor Qudama Kena Corona

PENGURUS Masjid Seri Petaling, Kuala Lumpur angkat bicara setelah ratusan peserta tablig akbar Jord Qudama dan Ulama 2020 di masjid ini kena corona.

Editor: Tariden Turnip
nstp
SERUAN Pengurus Masjid Sri Petaling KL setelah Ratusan Jemaah Tablig Akbar Jhor Qudama Kena Corona. Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, lokasi tablig akbar Jhor Qudama dan Ulama 2020 

SERUAN Pengurus Masjid Sri Petaling KL setelah Ratusan Jemaah Tablig Akbar Jhor Qudama Kena Corona

PENGURUS Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur akhirnya angkat bicara setelah ratusan peserta tablig akbar Jord Qudama dan Ulama 2020 di masjid ini, 27 Februari sampai 1 Maret 2020, terpapar virus Corona.

Hingga Minggu (15/3/2020), Malaysia melaporkan 190 kasus virus corona baru yang diyakini berkaitan dengan acara tabligh akbar di Masjid Seri Petaling, Kuala Lumpur. 

Pemerintah Malaysia kemudian melakukan penelusuran ke sekitar 5.000 warga negaranya yang menghadiri tabligh akbar itu.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan akan menempatkan para peserta acara dan kontak terdekatnya di karantina selama 14 hari.

Diberitakan Reuters, acara yang digelar di Masjid Sri Petaling Jamek ini dihadiri 16.000 orang dari berbagai negara, pada

Dari jumlah itu, 14.500 di antaranya berasal dari Malaysia.

Sementara itu di Brunei, 38 dari 40 kasus virus corona di negara itu terkait dengan acara bernama Jhor Qudamak Malaysia 2020 ini.

Lalu, Singapura mengatakan sedang melacak warga negaranya yang datang ke Jhor Qudamak Malaysia 2020.

Dilansir dari Channel News Asia, tabligh akbar ini dihadiri oleh 95 warga Singapura, 700 warga negara Indonesia dan 200 peserta dari Filipina.

Informasi terbaru tiga warga negara Indonesia ( WNI) yang mengikuti acara tabligh akbar di Malaysia dinyatakan positif terjangkit virus corona.

"Betul (3 WNI positif yang mengikuti acara tabligh akbar positif terjangkit virus corona)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah ketika dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).

"Ketiganya dirawat di rumah sakit di Malaysia," ujar dia.

Sedangkan Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyebut orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19 hampir menyentuh angka 100.

Namun demikian, hingga hari ini kondisi mereka sampai hari ini masih sehat semua.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik kini sedang merawat pasien dalam pengawasan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, sebelumnya jumlah ODP ada 18 orang.

Kemudian ditambah dengan 80-an orang yang sebelumnya mengikuti tabligh akbar di Malaysia.

"Yang ODP masih diawasi, dipantau. Lebih lah dari 18. Itu kan di luar yang jemaah itu. Jemaah itu kan yang kemarin ke Malaysia kan ada 100-an, yang ODP ada 80-an lah," katanya, Senin (16/3/2020).

Dikatakannya, jumlah warga Sumatera Utara yang mengikuti tabligh akbar di Malaysia tidak sampai 300 orang, melainkan 105 orang.

Pihaknya sudah menelusuri dan mengetahui posisi mereka.

Terhadap mereka, pihaknya melakukan pemantauan dari rumah ke rumah maupun ke tempat komunitasnya, misalnya, di sebuah masjid di Marelan.

"Kita lakukan pemantauan terus menerus. Rata-rata mereka masuk Indonesia pada 3 Maret.

Jadi besok, tepat hari ke-14, mudah-mudahan tidak ada apa-apa," katanya.

Dijelaskannya, sampai saat ini kondisi 105 jemaah masih sehat semua.

Namun jika besok atau setelah 14 hari mereka kedapatan menunjukkan adanya gejala sakit, maka mereka akan dirawat di rumah sakit.

"Sampai saat ini masih sehat semua. Mudah-mudahan tak ada yang sakit. Kalau kedapatan sakit ya masuk jadi pasien dalam pengawasan (PDP) lah," katanya.

Sementara itu, Kassubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, jumlah pasien terkait Covid-19 yang dirawat di RSUP HAM saat ini berjumlah 3 orang.

"Statusnya pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien PDP belum tentu positif Covid-19, masih menunggu hasil lab dulu," katanya.

Dijelaskannya, 3 orang PDP tersebut terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 perempuan.

"Laki-laki usia 49 tahun dan 43 tahun. Perempuan usia 51 tahun. Satu pasien, laki-laki masuk 14 Maret dan 2 pasien, laki-laki dan perempuan masuk pada 15 Maret malam," katanya.

Akhirnya pengurus Masjid Seri Petaling, Kuala Lumpur meminta peserta tablig akbar Jord Qudama dan Ulama 2020 di masjid ini, 27 Februari sampai 1 Maret 2020, supaya melakukan pemeriksaan kesehatan.

Melansir hmetro, mudir masjid Maulana Mansur Ismail melalui video yang diunggah di akun Facebook resmi Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham Baba mengingatkan peserta supaya mematuhi instruksi pemerintah setempat yang berjuang mencegah penyebaran wabah virus Corona.

“Mereka mengingatkan kita berulang kali untuk mengambil langkah sewajarnya dalam mencegah penularan wabah itu.

“Kami menekankan sekali lagi kepada 28 markas seluruh negara mematuhi dan mengambil tanggungjawab penuh bekerjasama dengan pemerintah setempat supaya kerisauan, ketegangan dan tanggapan salah jika ada daripada masyarakat umum mahu pun pemerintah setempat  dapat diredakan,” katanya.

Selain itu, Mansur berkata, jemaah luar dibenarkan datang dan jemaah di masjid juga tidak dibenarkan keluar sehingga keputusan ada keputusan terbaru.

Ia berharap keputusan itu dapat ditaati dan dilaksanakan oleh semua pihak.

“Ingatlah bahawa semua ini ujian Allah SWT. Kita ambil peluang ini untuk menghidupkan amalan di rumah dengan banyakkan berdoa, beristighfar dan menangis kepada Allah SWT serta tingkatkan pikir risaukan umat dalam diri kita.

“Semoga Allah memberkati usaha kita yang sedikit ini dan menjadikan pengorbanan semua sebagai asbab hidayah seluruh alam sehingga kiamat,” katanya.

 Ini videonya:

SERUAN Pengurus Masjid Sri Petaling KL setelah Ratusan Jemaah Tablig Akbar Jhor Qudama Kena Corona

Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Sumut Pantau 98 Warga Terkait Corona, Mayoritas Jemaah Tabligh Akbar", "3 WNI yang Hadiri Tabligh Akbar di Malaysia Positif Terjangkit Corona", dari hmetro berjudul: Rayuan mudir Masjid Seri Petaling

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved