Antisipasi Penyebaran Corona di Sumut
Gugus Tugas Penanganan Corona Sumut Ungkap 75 Orang Kemungkinan Diobservasi dan Diisolasi
Gugus Tugas Penanganan Corona Sumut Ungkap 75 Orang Kemungkinan Diobservasi dan Diisolasi
Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
Belajar mandiri diberlakukan selama 14 hari di rumah melalui metode mengajar jarak jauh.
Edy Rahmayadi mengatakan, proses belajar di rumah dimulai 17 Maret hingga 3 April mendatang.
Akan tetapi, penetapan belajar di rumah kepada siswa ini belum diberlakukan kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), karena yang menentukan pemerintah daerah masing-masing.
Selanjutnya, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh orangtua dapat mengawasi anak-anaknya belajar di rumah, setelah gurunya memberikan tugas pekerjaan rumah (PR).
"Mulai hari ini belajar di rumah, melalui WhatsApp, kemudian mereka juga mengerjakan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh gurunya masing-masing," kata Edy Rahmayadi.
Walaupun belajar di rumah, ia mengharapakan seluruh siswa SMA tidak ketinggalan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
"Walaupun di rumah, diharapkan seluruh siswa agar tidak ketinggalan belajar," ucapnya.
Untuk kelas XII SMA dan SMK, kata dia, tetap melaksanakan ujian seperti biasa. Akan tetapi, dia meminta kepada seluruh kepala sekolah agar dapat memantau perkembangan kondisi muridnya masing-masing.
Dirinya meminta kepada seluruh kepala sekolah agar dapat memberikan fasilitas lengkap untuk siswa agar bisa ujian dengan nyaman.
"Ujian tetap berjalan tanpa ada penundaan, tetapi dijaga ketat oleh petugas yang ada," ujarnya.
(Wen/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/16032020_tenda_isolasi_danil_siregar-3.jpg)