Antisipasi Penyebaran Corona di Sumut

Gugus Tugas Penanganan Corona Sumut Ungkap 75 Orang Kemungkinan Diobservasi dan Diisolasi

Gugus Tugas Penanganan Corona Sumut Ungkap 75 Orang Kemungkinan Diobservasi dan Diisolasi

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas medis merapikan perlengkapan di tenda isolasi suspect corona di Rumah Sakit Putri Hijau, Medan, Senin (16/3/2020). Tenda isolasi tersebut untuk mengantisipasi adanya pasien suspect COVID-19. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Restuti Hidayani Saragih dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sumut, mengungkapkan kemungkinan puluhan orang di Sumut akan diobservasi dan dirawat di ruang isolasi.

Restuti, yang juga Tim Pinere RSUP Adam Malik, menyebutkan ada sekitar 75 orang yang kemungkinan besar dirawat di ruang isolasi dalam rangka upaya pencegahan virus Corona.

Ke-75 orang itu berasal dari seluruh wilayah Sumut.

"Besar kemungkinan ya karena kan saya tidak melihat satu persatu. Besar kemungkinan seharusnya diobservasi dan dirawat di ruang isolasi," ujar Restuti usai rapat koordinasi pencegahan penularan virus corona di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (17/03/2020).

Restuti Saragih mengatakan data 75 orang itu sifatnya row data atau data kasar.

"Saya nggak berani memastikan angka pastinya karena kan ini datanya ada di Satgas. Ini himpunan dari pagi ya sampai dengan pagi ini," sebut Restuti.

Dia mengatakan RSUP Adam Malik tidak dapat menampung 75 orang itu. Namun, ia mengaskan, bahwa rumah sakit milik Kemenkes itu tidak menolak melayani isolasi 75 orang tersebut.

Ia mengatakan, di RSUP Adam Malik terdapat 11 ruang isolasi. Ruang isolasi di sana, kata Restuti, sudah full.

Karena itulah, 75 orang itu akan diisolasi di sejumlah rumah sakit sakit lainnya yang sudah menyiapkan ruangan isolasi.

Data per Selasa 172 Kasus Positif Corona

Sementara itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa hingga Selasa (17/3/2020) ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

Dengan demikian, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore.

"Total ada 172 kasus, kasus meninggal tetap lima orang," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam.

"Sehingga sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus," ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan. Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus.

Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan 6 kasus.

"Sehingga total ada 172 kasus," ucap Achmad Yurianto.

Gubernur Edy Imbau Bawa Sajadah Sendiri

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengimbau kepada seluruh umat muslim agar menunaikan ibadah salat tanpa menggunakan fasilitas umum yang disediakan masjid, sepeti sajadah.

Imbauan ini untuk pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Corona melalui sarana fasilitas umum.

Edy Rahmayadi meminta umat Islam agar membawa alas pribadi untuk antisipasi wabah virus Corona selama 14 hari ke depan, setelah Sumut dinyatakan berada pada level siaga.

"Khusus yang beragama Islam, ibadah secara berjamaah gunakan alas pribadi. Guna mengantisipasi kemungkinan menular kepada kita," kata Edy Rahmayadi, Selasa (17/3/2020).

Ia meminta selama 14 hari ke depan jangan ada berkontak langsung dengan orang asing.

Hindari bersalaman tangan dengan orang lain untuk mengantisipasi wabah ini.

"Jangan sampai dengan melakukan kontak fisik," ucapnya.

Ia pun masyarakat seluruh masyarakat Sumut untuk sama-sama berdoa agar Indonesia, terkhusus Sumatera Utara, bisa terhindar dari wabah virus Covid-19 ini.

"Untuk para agama lainnya berdoa bersama agar musibah kita ini selesai," jelasnya.

Selain itu, Edy Rahmayadi sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Sumut untuk meniadakan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pemberlakuan ini khusus untuk seluruh siswa SMA dan SMK kelas XI dan XII.

Belajar mandiri diberlakukan selama 14 hari di rumah melalui metode mengajar jarak jauh.

Edy Rahmayadi mengatakan, proses belajar di rumah dimulai 17 Maret hingga 3 April mendatang.

Akan tetapi, penetapan belajar di rumah kepada siswa ini belum diberlakukan kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), karena yang menentukan pemerintah daerah masing-masing.

Selanjutnya, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh orangtua dapat mengawasi anak-anaknya belajar di rumah, setelah gurunya memberikan tugas pekerjaan rumah (PR).

"Mulai hari ini belajar di rumah, melalui WhatsApp, kemudian mereka juga mengerjakan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh gurunya masing-masing," kata Edy Rahmayadi.

Walaupun belajar di rumah, ia mengharapakan seluruh siswa SMA tidak ketinggalan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

"Walaupun di rumah, diharapkan seluruh siswa agar tidak ketinggalan belajar," ucapnya.

Untuk kelas XII SMA dan SMK, kata dia, tetap melaksanakan ujian seperti biasa. Akan tetapi, dia meminta kepada seluruh kepala sekolah agar dapat memantau perkembangan kondisi muridnya masing-masing.

Dirinya meminta kepada seluruh kepala sekolah agar dapat memberikan fasilitas lengkap untuk siswa agar bisa ujian dengan nyaman.

"Ujian tetap berjalan tanpa ada penundaan, tetapi dijaga ketat oleh petugas yang ada," ujarnya.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved