News Video
5 WNI Asal Wuhan Bercerita Hidup di Kota Lockdown, Kisah Mereka Bisa Negatif Virus Corona
Sebanyak 5 dari 238 WNI asal Wuhan yang dievakuasi dari China membagikan kisahnya kepada masyakarat Indonesia
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
5 WNI Asal Wuhan Bercerita Hidup di Kota Lockdown, Kisah Mereka Bisa Negatif Virus Corona
TRI BUN-MEDAN.COM - Sebanyak 5 dari 238 WNI asal Wuhan yang dievakuasi dari China membagikan kisahnya kepada masyakarat Indonesia.
Mereka menceritakan bagaimana cara mereka hidup di kota lockdown hingga dikarantina di Natuna selama 14 hari.
Kelima WNI dievakuasi dari Wuhan pada Februari 2020 dan sudah beraktivitas seperti biasa.
Kisah kelima WNI dipublikasikan oleh akun YouTube Sekretariat Presiden.
Para WNI menceritakan kalau Virus Corona benar-benar membuat mereka ketakutan.
Lantas, mereka pun meminta masyarakat Indonesia tidak panik.
Tips-tips antisipasi penyebaran Virus Corona pun dibagikan mereka ke masyarakat Indonesia.
Tonton videonya:
• Aktor Idris Elba Positif Virus Corona, Mengaku Tak Rasakan Gejala Apa-apa
• Pasien Positif Virus Corona Bertambah, Fatwa MUI: Boleh Tidak Salat Jumat di Daerah Rawan Covid-19
• China Jadi Sorotan Sukses Lawan Virus Corona, Bangun Rumah Sakit Darurat hingga Isolasi, Mau Ditiru?
Kota Medan Siaga Darurat
Terkait Virus Corona, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, mengatakan status Kota Medan Siaga Darurat.
Hal tersebut diungkapkan Akhyar usai rapat koordinasi Pencegahan Dini dan Penularan serta Meminimalisir Penyebaran Covid 19 di Kota Medan, Senin (16/3/2020).
"Menanggapi tentang wabah Virus Corona, Pemko menetapkan Kota Medan dalam siaga darurat. Sesuai dengan peraturan statusnya adalah siaga darurat. Nah, untuk itu langkah-langkah yang diambil, pertama Pemko Medan beserta seluruh jajarannya serta seluruh masyarakat agar menyiapkan hand sanitizer ataupun sabun beserta keran air mengalir," katanya.
Meski belum ada pasien positif Corona di Medan, Akhyar Nasution mengatakan penularan bisa terjadi kapan saja sehingga Pemko akan menyediakan tempat mencuci tangan di beberapa area publik.
"Agar masyarakat lebih sering mencuci tangan, karena berdasarkan informasi medis penyalurannya melalui sentuhan tangan. Kemudian kami himbau agar mengurangi sentuhan tangan antarmanusia, ketiga seluruh rumah sakit akan menyiapkan peralatan yang ada, kalau ada warga yang sakit," sambungnya.