Gara-gara Teror KKB Papua, 1.572 Warga di Tembagapura Dievakuasi ke Timika, Ini Pernyataan Mahfud MD

Teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua meresahkan warga di sekitar Tembagapura.

Editor: AbdiTumanggor
facebook
Pemimpin KKB Papua wilayah Nduga Egianus Kogoya yang membantai belasan pekerja Istaka Karya 1 Desember 2018 

TRIBUN-MEDAN.Com - Teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua meresahkan warga di sekitar Tembagapura.

Sejumlah kampung di Tembagapura lumpuh sejak aksi penembakan yang dilakukan KKB Papua.

Bahkan, sebanyak 1.572 warga dari berbagai kampung di Tembagapura dievakuasi ke Timika.

Di saat teror KKB Papua semakin beringas, ada usulan yang meminta TNI-Polri segera hengkang dari Papua.

Tentu saja usulan itu ditentang oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Bahkan, Mahfud MD menyebut apabila sehari saja TNI-Polri ditarik maka akan terjadi kehancuran.

Veronica Koman dan Mahfud MD
Veronica dan Mahfud (Kompas.com / SBS NEWS)

Hal ini diungkapkan Mahfud MD saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Perbatasan Negara di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

"Ada yang usul, TNI-Polri enggak usah ikut-ikut, biar enggak terkesan militeristik. Loh bagaimana sebuah negara melarang TNI-Polri masuk menjaga negaranya, enggak mungkin," ujar Mahfud, dilansir dari Kompas.com.

Mahfud menegaskan, sejak kali pertama usulan tersebut berhembus, pihaknya mengklaim menjadi orang paling tidak setuju agar TNK-Polri ditarik dari Papua.

Menurut dia, TNI-Polri harus tetap bertahan di Papua.

KKB Papua
KKB Papua (Facebook TPNPB)

"Tetap harus ada di situ, tinggal bagaimana berkoordinasinya," ujar dia.

Ia justru mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah negara menarik personel TNI-Polri dari salah satu wilayah kedaulatannya sendiri.

"Bagaimana sebuah negara menarik TNI dan Polri dari situ? Hancur. Ditarik sehari saja sudah hancur. Ya harus hadir di situ," tegas dia.

"Tinggal bagaimana itu lebih manusiawi, lebih kependekatan kesejahteraan," kata dia.

Mahfud juga mengatakan, sebetulnya kekuatan TNI maupun Polri dapat dengan mudah memenangi perlawanan guna mengakhiri aksi KKB Papua.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved