TNI Bongkar Kebohongan Klaim 33 KKB Serang Freeport dan Pengakuan Warga yang Berlindung ke Timika
Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pernyataan tersebut adalah pembohongan publik.
"Kami akan terus berjuang hingga PT Freeport Indonesia meninggalkan Tembagapura. Mereka tidak berhak atas kekayaan alam bangsa Papua," kata Sebby, melansir Kompas TV berjudul "Jubir OPM: 33 Kelompok Bersenjata Siap Serang TNI dan Polri di Tembagapura," Sabtu (7/3/2020).
KKB Todong Senjata saat Ambil Makanan Warga
Sebelumnya ratusan warga Distrik Tembagapura, Papua, mengungsi ke Timika lantaran merasa suasana kampung mereka sudah tidak nyaman.
Sebab, Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) masih terus melakukan aksi teror di wilayah tersebut.
Salah satu aksi KKB adalah merampas makanan warga dengan cara menodongkan senjata.
"(KKB) Bahkan meminta makanan dengan paksaan dan menodongkan senjata," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, melalui rilis yang diterima, Sabtu (7/3/2020).
KKB juga menembaki pos penjagaan TNI-Polri hingga membuat warga ketakutan.
Karena merasa trauma dan terancam keselamatannya, warga memilih mengungsi ke tempat yang aman.
"Warga minta untuk diungsikan karena meningkatnya insiden penembakan yang dilakukan KKB di sekitar Distrik Tembagapura," ujar Kapolda.
Warga pegunungan sekitar areal Freeport saat mengungsi ke Polsek Tembagapura.
900-an warga mengungsi
Jumlah pengungsi di Timika terus bertambah hingga mencapai 900 orang.
"Dan hingga hari ini, kurang lebih 900 warga kampung yang berada di Distrik Tembagapura telah mengungsi ke Kota Timika," ujar Kapolda
Mereka berasal dari empat kampung, yaitu Kampung Longsoran, Batu Besar, Kimbeli, dan Kampung Wa Banti.
Kapolda bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab pun telah meninjau langsung kondisi keamanan di daerah tersebut.
Seperti diberitakan, KKB sebelumnya meneror masyarakat dengan menembaki pos penjagaan TNI-Polri di sekitar Tembagapura.
Tak mau peristiwa November 2017 kembali terjadi, warga memilih mengungsi.
Pada 2017 lalu, KKB masuk kampung mereka hingga akses keluar-masuk kampung sampai terputus.
"Warga ketakutan karena kehadiran KKB dari luar Timika masuk ke perkampungan mereka," kata Dandim 1710/ Mimika Letkol Pio L Nainggolan. (tribunnews/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/klaim-33-kkb-serang-freeport.jpg)