TNI Bongkar Kebohongan Klaim 33 KKB Serang Freeport dan Pengakuan Warga yang Berlindung ke Timika

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pernyataan tersebut adalah pembohongan publik.

Editor: Tariden Turnip
IST
Anggota Polsek Tembagapura bersama Personil TNI-Polri Satgas Nemangkawi, Jumat (6/3/2020) membantu warga di pedalaman Timika yang mengungsi menyelamatkan diri dari kekejaman maupun penembakan Kelompok Kriminal Bersenjaya (KKB). 

TNI Bongkar Kebohongan Klaim 33 KKB Serang Freeport  dan Pengakuan Warga yang Berlindung ke Timika

Dalam beberapa hari terakhir situasi Papua memanas setelah beberapa KBB Papua menembaki Pos TNI/Polri.

Situasi ini dimanfaatkan KKB untuk melontarkan berbagai klaim bohong termasuk soal Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyebut sudah ada 33 kelompok bersenjata di Tembagapura untuk menyerang TNI dan Polri yang menjaga kawasan PT Freeport Indonesia.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pernyataan tersebut adalah pembohongan publik.

 

Ia mengatakan saat ini hanya ada tiga kelompok yang terpantau berada di Tembagapura.

Selain itu, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan saat ini aparat gabungan TNI-Polri sudah tergelar secara berlapis di Tembagapura.

"Pembohongan publik. Yang kita monitor saat ini berada di sekitar Tembagapura hanya kelompok KSB pimpinan Lekagak Talenggen, kelompok KSB pimpinan Jhoni Botak dan kelompok KSB pimpinan Peni Murib," kata Letkol Inf Dax Sianturi ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (8/3/2020). 

Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan TPNPB OPM selalu membuat rilis untuk melakukan pembohongan publik dalam rangka menimbulkan ketakutan dan kepanikan publik sehingga seolah Papua dalam keadaan mencekam.

 

Dax juga menyebut pernyataan TPNPB yang mengatakan telah terjadi baku tembak antara TPNPB dengan pasukan keamanan Indonesia di Pos TNI di Kamping Opitawak pada Kamis 5 Maret 2020--yang menyebabkan lima anggota pasukan keamanan ditembak mati oleh TPNPB--sebagai pembohongan publik.

"Silakan datang dan lihat sendiri ke Papua.

Semua kegiatan masyarakat berlangsung dengan aman dan damai. Gangguan KSB hanya terjadi dalam skala kecil di beberapa titik," kata Dax.

Warga mengungsi di Polsek Tembagapura pada Jumat (6/3/2020).
Warga mengungsi di Polsek Tembagapura pada Jumat (6/3/2020). (Humas Polda Papua)

Untuk itu Dax mengimbau agar masyarakat dan media tidak terprovokasi dengan keterangan TPNPB OPM tanpa diverifikasi sumber lain.

"Kami mengimbau agar masyarakat dan media tidak terprovokasi dengan pembohongan publik yang dilakukan Jubir TPNPB OPM melalui rilis-rilis sepihak yang tidak terverifikasi oleh sumber lain," kata Dax.

Sebelumnya, kelompok bersenjata OPM melalui Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengabarkan siap melakukan penyerangan.

Warga pegunungan sekitar areal Freeport saat mengungsi ke Polsek Tembagapura.
Warga pegunungan sekitar areal Freeport saat mengungsi ke Polsek Tembagapura. (Istimewa)

Jubir OPM mengaku sudah menyiapkan 33 kelompok bersenjata di Tembagapura untuk menyerang TNI dan Polri yang menjaga kawasan PT Freeport Indonesia.

"Kami akan terus berjuang hingga PT Freeport Indonesia meninggalkan Tembagapura. Mereka tidak berhak atas kekayaan alam bangsa Papua," kata Sebby, melansir Kompas TV berjudul "Jubir OPM: 33 Kelompok Bersenjata Siap Serang TNI dan Polri di Tembagapura," Sabtu (7/3/2020).

KKB Todong Senjata saat Ambil Makanan Warga

Sebelumnya ratusan warga Distrik Tembagapura, Papua, mengungsi ke Timika lantaran merasa suasana kampung mereka sudah tidak nyaman.

Sebab, Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) masih terus melakukan aksi teror di wilayah tersebut.

Salah satu aksi KKB adalah merampas makanan warga dengan cara menodongkan senjata.

"(KKB) Bahkan meminta makanan dengan paksaan dan menodongkan senjata," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, melalui rilis yang diterima, Sabtu (7/3/2020).

KKB juga menembaki pos penjagaan TNI-Polri hingga membuat warga ketakutan.

Karena merasa trauma dan terancam keselamatannya, warga memilih mengungsi ke tempat yang aman.

"Warga minta untuk diungsikan karena meningkatnya insiden penembakan yang dilakukan KKB di sekitar Distrik Tembagapura," ujar Kapolda. 

900-an warga mengungsi

Jumlah pengungsi di Timika terus bertambah hingga mencapai 900 orang.

"Dan hingga hari ini, kurang lebih 900 warga kampung yang berada di Distrik Tembagapura telah mengungsi ke Kota Timika," ujar Kapolda

Mereka berasal dari empat kampung, yaitu Kampung Longsoran, Batu Besar, Kimbeli, dan Kampung Wa Banti.

Kapolda bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab pun telah meninjau langsung kondisi keamanan di daerah tersebut.

Seperti diberitakan, KKB sebelumnya meneror masyarakat dengan menembaki pos penjagaan TNI-Polri di sekitar Tembagapura.

Tak mau peristiwa November 2017 kembali terjadi, warga memilih mengungsi.

Pada 2017 lalu, KKB masuk kampung mereka hingga akses keluar-masuk kampung sampai terputus.

"Warga ketakutan karena kehadiran KKB dari luar Timika masuk ke perkampungan mereka," kata Dandim 1710/ Mimika Letkol Pio L Nainggolan. (tribunnews/kompas.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved