Di Tengah Bencana Wabah Corona, Perusahaan Ini Tangguk Untung Besar dan Lahirkan Miliarder Baru

Wabah COVID-19 telah juga mengubah cara berinteraksi masyarakat, dan sejumlah pihak dengan jeli menangkap peluang ini.

Editor: Tariden Turnip
ann/afp
Di Tengah Bencana Wabah Corona, Perusahaan Ini Tangguk Untung Besar dan Lahirkan Miliarder Baru. Kepala Eksekutif Moderna Stephane Bancel (kanan) dan Lim Wee Chai (kiri) dari Malaysia termasuk yang dilaporkan mendulang untung. 

Perusahaan startup di bidang kebugaran seperti Peloton Interactive yang selama ini dikenal membuat sepeda statis, kini menawarkan kelas-kelas kebugaran secara online.

Harga saham Peloton Interactive juga terlihat mengalami kenaikan. Para peminat olahraga di pusat-pusat kebugaran kini berusaha berolahraga di rumah untuk menghindari terinfeksi virus corona jenis baru.

Mereka kini banyak yang berlangganan layanan olahraga online agar tetap bisa berlatih bersama, di rumah masing-masing.

Jadi miliarder karena virus corona

Kepala Eksekutif Moderna, Stephane Bancel, sontak menjadi miliarder setelah perusahaannya mengirimkan hasil eksperimen vaksin virus corona untuk pengujian klinis pada manusia.

Langkah ini telah meningkatkan harga saham Moderna, demikian menurut laporan Bloomberg.

Selain itu, yang mendadak kaya di tengah merebaknya wabah ini adalah Lim Wee Chai dari Malaysia.

Lim merupakan pemilik saham mayoritas di perusahaan pembuat sarung tangan medis, Top Glove.

Kepala Eksekutif Moderna Stephane Bancel (kanan) dan Lim Wee Chai (kiri) dari Malaysia termasuk yang dilaporkan mendulang untung.
Kepala Eksekutif Moderna Stephane Bancel (kanan) dan Lim Wee Chai (kiri) dari Malaysia termasuk yang dilaporkan mendulang untung. (ann/afp)

Perusahaan jasa telekonferensi

Harga saham perusahaan startup yang menawarkan jasa telekonferensi, Zoom Video, melonjak hampir 50 persen sejak Februari karena investor bertaruh pada meningkatnya jumlah karyawan yang harus bekerja jarak jauh.

Jumlah pengguna aktif yang memakai jasa perusahaan ini bertambah sebanyak 2,22 juta perlanggan dibandingkan dengan jumlah pelanggan selama tahun 2019, kata analis dari Bernstein Research.

Perusahaan perangkat lunak asal Jerman, TeamViewer, juga mengalami kenaikan jumlah permintaan pelanggan baru, utamanya dari Cina yang menjadi tempat awal penyebaran wabah COVID-19.

Harga saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa Frankfurt, Jerman, ini melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Pasar swalayan

Pasar swalayan pengecer seperti Rewe di Jerman dan Carrefour di Prancis juga laku keras.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved