Virus Corona

TERKINI Menteri Iran Kena Virus Corona, Awalnya Batuk dan Berkeringat di Hadapan Wartawan, Cek Video

TERKINI Menteri Iran Kena Virus Corona, Awalnya Berkeringat di Hadapan Wartawan, Nih Videonya

Editor: Salomo Tarigan
Screenshot YouTube @Guardian News
TERKINI Menteri Iran Kena Virus Corona, Awalnya Berkeringat di Hadapan Wartawan, Nih Videonya 

T R I B U N-MEDAN.com - TERKINI Menteri Iran Kena Virus Corona, Awalnya Berkeringat di Hadapan Wartawan, Nih Videonya

//

Seorang pejabat menteri di Iran dilaporkan terkena virus corona setelah dia diketahui berkeringat ketika memberikan informasi di konferensi pers.

 BERITA PERSIB TERKINI: Jadwal Kick Off Liga 1, Persiapan Persib Lawan Persela Lamongan,Susun Line up

 LOWONGAN HARI INI: Lowongan Kerja Mitsubishi Motor, Posisi yang Dibutuhkan, Cek juga Lowongan Honda

Iraj Harirchi adalah wakil menteri kesehatan sekaligus kepala satuan tugas yang dibentuk untuk memerangi penyebaran virus asal China itu.

Dalam unggahan video, Iraj Harirchi membenarkan bahwa dia terinfeksi virus corona, dan saat ini tengah menjalani isolasi di kediamannya.

 BERITA PERSIB TERKINI: Jadwal Kick Off Liga 1, Persiapan Persib Lawan Persela Lamongan,Susun Line up

 Bahaya Makan Nasi Goreng Campur Timun, Bisa Timbulkan Senyawa Beracun Picu Sakit Saraf Hingga Kanker

Dilansir Sky News, Selasa (26/2/2020), dia berjanji bahwa Pemerintah Iran akan berjuang agar Covid-19, nama penyakit akibat virus, bisa dikendalikan.

Selain Harirchi, seorang anggota parlemen asal Teheran, Mahmoud Sadeghi, dilaporkan juga terkena virus dengan nama resmi SARS-Cov-2.

Rival Arab Saudi dan Israel di Timur Tengah ini telah melaporkan 16 korban meninggal dan 95 orang terinfeksi virus yang pertama kali tercatat.

Jumlah tersebut membuat Iran menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi di luar China, sejak wabah itu muncul pada Desember 2019.

Otoritas setempat meminta warganya tetap berada di rumah, dengan universitas serta sekolah ditutup, dan perhelatan konser ataupun laga sepak bola dibatalkan.

Teheran dengan tegas membantah klaim bahwa ada 50 korban meninggal di kota suci Qom, yang dilontarkan oleh Ahmad Amirabadi Farahani.

Farahani merupakan politisi yang berasal dari kota suci Syiah, dan merupakan lokasi asal penyebaran virus yang diyakini dari Pasar Seafood Huanan itu.

Kepala Universitas Sains Medis Qom, Mohammad Reza Ghadir, mengungkapkan kekhawatiran jika virus tersebut menyebar ke seluruh kota.

 Izin Praktik Dokter Cantik Ini Dicabut lantaran Sering Berpakaian Minim, Pemerintah Dibikin Resah

 Kisah Getir Pramugari Ina Meliesa, Dipecat Maskapai Lantaran Kelebihan Berat Badan 0,7 Kilogram

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved