Istri Aniaya Suami

Kakak Korban Penganiayaan Istri Hingga Dirujuk Ke Rumah Sakit, Minta Diselesaikan Secara Baik-baik

Saat ditemui Tribun Medan di RS Sembiring, Jalan Delitua, Zaskia mengatakan, bahwa kasus ini sebaiknya diselesaikan dengan cara baik-baik.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Pengungkapan kasus penganiayaan ini berawal dari laporan pelaku yang menyerahkan diri ke Polsek Deli Tua dengan mengatakan bahwa dirinya telah memukuli suaminya.

Dari laporan tersebut, petugas langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara, pelaku yang merupakan istri korban menjelaskan dengan suara lembut, bahwa dirinya nekat melakukan aniaya karena tidak tahan dengan perlakuan suaminya.

Masalah ekonomi, perlakuan kasar hingga kerap dibentak, membuat wanita paruh baya ini nekat memukuli suaminya dengan menggunakan balok serta tumbilang (tojok yang biasa digunakan untuk mengorek tanah).

"Dia maki saya. Karena tidak tahan dengan perlakuan seperti itu, saya pukul memukulnya," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di kantor polisi, sembari dalam keadaaan kedua tangannya dalam keadaan diborgol.

Lanjut wanita paruh baya ini, perlakuan sang suami (korban), kerap membuat ketidaknyamanan di mana ia sering dilempar benda-benda yang ada di rumah.

"Dia selama ini selalu melempar, memaki, apa yang dapat di lempar. Dari habis hari raya itu kelakuannya tidak berubah. Saya sudah coba sabar, saya selalu berdoa bagaimana solusi untuk mengatasi masalah keluarga ini. Tidak hanya itu, suami saya sering menjambak. Karena sudah tidak tahan lagi, saya melalukan hal ini," ungkapnya.

Beruntung nyawa Iskandar berhasil ditolong pihak kepolisian yang mendapat kabar setelah sang istri menyerahkan diri dan menceritakan kejadiannya.

Polisi pun langsung bergerak menuju ke lokasi untuk mengevakuasi dan membawa korban ke rumah sakit.

Pelaku Penganiayaan Suami, Mengaku Pernah Mau Bakar Diri dan Minta Suami Cekik Lehernya Agar Mati

Yettiur Rosida (51) pelaku penganiayaan terhadap suaminya sendiri, Iskandar (56), di kediamannya di Jalan Sejarah, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara pada Minggu (23/2/2020), sempat berencana membakar diri.

Pernyataan wanita yang menggunakan hijab berwarna hitam ini dikatakannya saat pengungkapan kasus di Mapolsek Delitua.

"Saya sudah tidak tahan dengan perlakukan suami," kata Yettiur, Senin (24/2/2020).

Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan tekanan batin dan fisik yang dialami. Yettiur mengaku tidak tahu harus bagaimana laghi menjalani hidup. 

Dia merasa sudah bosan sekali menghadapi hidup dan kesusahan yang membelenggu keluarganya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved