Duka di Hari Pernikahan
SOSOK UG Pria Gantung Diri Jelang Hari Pernikahan, Kronologi Aksi Bunuh Diri dan Penjelasan Keluarga
SOSOK UG Pria Gantung Diri Jelang Hari Pernikahan, Kronologi Aksi Bunuh Diri dan Penjelasan Keluarga
SOSOK UG Pria Gantung Diri Jelang Hari Pernikahan, Kronologi Aksi Bunuh Diri dan Penjelasan Keluarga
T R I B U N-MEDAN.com, MEDAN-Suasana duka menyelimuti kediaman UG usai nekat melakukan aksi bunuh diri yang dilakukannya sehari jelang pernikahannya.
Suasana gembira menyambut hari bahagia berubah menjadi tangis pilu saat sanak saudara melihat jasad untuk terbuju kaku di rumahnya di Dusun IV, Desa Namoriam, pada Kamis (20/2/2020).
• Detik-detik Penemuan Jasad Nenek Remi, yang Hanyut di Sungai Mual Pogos
• Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya, Korban Diming-imingi Kalung dan Cincin Imitasi
Informasi yang berhasil dihimpun T r i b u n Medan, UG merupakan seorang anak yatim.
Sejak kecil, ia dirawat dan dibesarkan di rumah Bapak Tengah atau saudara kandung dari ayah korban.
UG dikenal sosok anak yang baik dan ramah kepada seluruh keluarga besar, rajin beribadah.
• Keluarga Tak Menyangka UG Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Padahal Semasa Hidup Baik dan Periang
Tidak ada yang menyangka aksi nekat UG menjadi duka mendalam bagi keluarganya.
Bibi korban, Sri Efriyani saat ditemui oleh di rumah duka mengatakan, anaknya (UG).
"Dia gak ngerokok. Rajin bekerja, gak bandel. Kami kenal dia sebagai anak yang baik," ujarnya.
Kepada T r i b u n Medan, Sri mengatakan bahwa dirinya cukup intens berkomunikasi dengan UG, terlebih dia dan korban tinggal bersebelahan.
"Bahkan sehari jelang ditemukan gantung Diri, untung terlihat masih mondar mandir di depan rumah saya
Saat itu, saya tegor beliau. Namun dia diam saja dan kemudian pergi dengan menggunakan sepeda motor," ujar Sri.
• Beredar Kabar Intimidasi Kepling terkait Uang Sampah, Lurah Tanjung Mulia Jelaskan soal Dana 1 Juta
Wanita yang menggunakan baju kaos berwarna kuning ini menuturkan bahwa UG malam sebelum korban ditemukan gantung diri, ia diketahui tengah berada di kampung sang Calon istri Ayu Apriani, di kecamatan Namorambe.
"Kalau UG ke sana ya untuk menjalani persiapan di gereja jelang pemberkatan pernikahan untung dan ayu. Saat di rumah calonnya, diduga cekcok. Yang mana saat itu Ayu memilih untuk tidak bertegur sapa dengan Untung. Jadi kalau kata calon istrinya, Untung pulang dari rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu dia memilih mendiamkan untung," jelas Sri.
Namun, diduga karena keributan antara keduanya yang belum diketahui pasti masalah kedua calon mempelai ini, Untung dikabarkan tidak langsung pulang ke rumah pamannya.
"Ya kami berpikir Untung menginap dirumah keluarga calon Istrinya, keluarga kemudian mencari lebih jauh. Saat pagi tiba, kita menelpon si Ayu. Tidak ada di rumah, kita langsung mencari korban karena tidak biasa seperti itu," kata Sri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/breaking-news-hari-pemberkatan-nikah-berubah-jadi-tangis-mengharukan-duka-keluarga-untung-ginting.jpg)