Gagal Ditangkap Panji Petualang, Pawang Buaya Australia Coba Tangkap Buaya Berkalung Ban Palu

Pawang buaya Australia Matt Wright akhirnya turun gunung menangkap buaya berkalung ban di Palu, yang gagal ditangkap sejak 2016.

Editor: Tariden Turnip
IG/mattwright
Gagal Ditangkap Panji Petualang, Pawang Buaya Australia Coba Tangkap Buaya Berkalung Ban Palu . Pawang buaya terkenal dari Australia Matt Wright mengunggah postingan buaya berkalung ban di Palu 

Bahkan, Panji petualang pernah mencoba menangkap dan melepaskan kalung ban dari buaya tersebut.

Sayang, upaya itu juga gagal dilakukan.

Pada 2020 ini, BKSDA kemudian mengeluarkan sayembara untuk melepaskan ban di leher buaya.

"Makanya sayembara itu kami buat. Barang siapa yang mampu mengeluarkan ban dari leher buaya itu akan mendapat hadiah yang setimpal. Tapi tidak ada DP, cash. Begitu keluar langsung bayar dengan mendapatkan penghargaan dari BKSDA," kata Kepala BKSDA Hasmuni Hasmar kepada wartawan, belum lama ini.

Hasmuni tak menyebutkan berapa dana yang disiapkan untuk sayembara itu.

Namun, sayembara itu akhirnya dihentikan karena sepi peminat.

Setelah upaya sayembara gagal, BKSDA memutuskan membentuk satgas yang di dalamnya terdiri dari Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Tengah serta tim dari KKH Jakarta.

Satgas ini dibentuk untuk melepaskan ban yang ada di leher buaya. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi BKSDA Sulawesi Tengah Haruna sekaligus Ketua Satgas mengatakan, upaya melepaskan ban di leher buaya tidak akan menggunakan tembakan bius.

"Kami menggunakan harpun (sejenis tombak). Cuma kendala ombak besar dan buayanya timbul tenggelam, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, sehingga menyulitkan teman-teman menggunakan alat itu," kata Haruna.

Harpun yang digunakan BKSDA dibuat lebih aman dan tidak mematikan.

Alat itu lebih aman ketimbang tembakan bius. Bius lebih berisiko karena ketika terkena tembakan bius, buaya akan kaget dan masuk ke dalam air.

"Kalau sudah masuk ke dalam air, tim kita akan mengalami kesulitan untuk mengambil buaya berkalung ban, karena banyak juga buaya lain di sungai Palu itu. Dan dipastikan buaya berkalung ban bisa mati," kata Rino, salah satu tim Satgas buaya berkalung ban, Jumat (7/2/2020).

Populasi

Pasca-bencana alam, BKSDA belum mendata kembali soal populasi buaya yang ada di sungai Palu.

Namun, sebelum gempa pada September 2018, tercatat buaya di sungai Palu ada 37 ekor.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved